Pemprov Bali Hitung Kerugian 474 Kios dan Ruko Terdampak Banjir

IMG-20250911-WA0228
Gubernur Bali, Wayan Koster saat diwawancarai di Kantor Kejaksaan Tinggi Bali, pada Kamis (11/9/2025) (barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah provinsi Bali terus melakukan upaya penanganan paska banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Bali kemarin lalu, termasuk di Pasar Kumbasari, dan Pasar Badung.

Saat ini Pemprov Bali sedang berupaya membersihkan sisa-sisa sampah, menyedot genangan air, dan menghitung kerugian pedagang akibat bencana tersebut.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan belasan mesin penyedot untuk mengatasi genangan di area parkir Pasar Badung.

“Penyedotan air di lantai parkir Pasar Badung dilakukan dengan menggunakan 18 mesin penyedot. Mudah-mudahan sore ini semuanya bisa diselesaikan,” tegas Koster saat ditemui di Kantor Kejaksaan Tinggi Bali, pada Kamis (11/9/2025).

Berita Terkait:  Pertahankan WTP, Gubernur Koster: Harus Tanggung Jawab, Berkualitas dan Berintegritas

Ia juga mengatakan bahwa sejumlah infrastruktur seperti jembatan dan jalan yang mengalami kerusakan juga akan segera diperbaiki.

“Kerugian sedang dihitung. Kerugian yang utama adalah karena ini pedagang ya peralatan yang hanyut dan rusak. Ada meja, kursi, mesin hitung dan lain – lain. kemudian barang-barang jualannya juga ada kain, buah sayur dan lainnya,”ungkap Koster

Lebih lanjut, Koster menerangkan bahwa sejumlah kerugian yang dialami warga sedang dihitung dan sekitar 474 kios plus ruko nanti akan diselesaikan semua.

Berita Terkait:  Oknum Ormas Sakerah, Waktunya Ditangkap! Kuasa Hukum Korban Pengeroyokan BRN Desak Polres Pasuruan

“Ada sharing APBN menangani infrastrukturnya kemudian ganti rugi untuk para pedagang itu akan ditangani Pemprov Bali dan Kota Denpasar,” pungkas Koster

Selain itu, Koster juga menjelaskan bahwa untuk anggarannya masih dihitung.

“APBD Bali ada namanya belanja tak terduga, Denpasar juga punya tetapi tetapkan dulu status tanggap darurat. Setelah itu dananya baru direalisasikan,” Jelasnya.

Koster juga memastikan bahwa untuk bangunan yang sudah rubuh akan dibangun kembali dan akan dibantu. Apakah nanti dananya dari APBN atau APBD prinsipnya akan dibangun kembali.

“Karena ini milik pribadi ya itu mungkin kita tidak bantu sepenuhnya,”Kata Koster

Berita Terkait:  Bupati Sanjaya Dukung Penerapan Pidana Kerja Sosial di Bali

Koster juga menyoroti sejumlah bangunan yang berada titik lokasi banjir tersebut menyalahi aturan karena dibangun melebihi sempadan sungai .

“Nanti kalo dibangun kembali tidak boleh melebihi itu,” tegasnya.

Ia juga menegaskan agar secepat mungkin ini bisa diselesaikan. “Tetapi untuk konstruksi ngga bisa cepat, tetapi dananya sudah siap,” tandas Koster.

Kemudian Koster juga, menyampaikan bahwa untuk saat ini pengungsi sudah tertangani dengan baik.

“Kebetulan ditampung di bale banjar dan walikota telah mengambil langkah-langkah, memberikan makanan, minuman, selimut, dan segala macam,” tutup Koster. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI