Pemuda Bali Bicara Kriteria Pemimpin Bali Masa Depan

Ket foto: Para perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Kepemudaan (OKP) Bali saat menghadiri Festival “Niti Raja Sasana, Tongkat Kepemimpinan Negeri” di Ubud, Gianyar pada Minggu (21/7/2024) (Sumber: barometerbali/rian)

Denpasar I barometerbali – Pemuda Bali angkat bicara terkait kriteria pemimpin Bali masa depan, dalam perhelatan Pilkada Serentak tahun 2024. Mereka menilai bahwa pemimpin Bali di masa mendatang adalah figur yang siap dan mampu merawat tradisi adat istiadat dan budaya di Bali.

Hal itu disampaikan para Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) saat menghadiri Festival “Niti Raja Sasana, Tongkat Sastra Kepemimpinan Negeri” yang diselenggarakan Yayasan Puri Kauhan Ubud Bali, pada Minggu (21/7/24).

Berita Terkait:  Gelora Indonesia Raya di Hari Musik Nasional 2026 Mewarnai Makam WR. Soepratman

Menurut para pemuda tersebut, pondasi masyarakat Bali bersumber dari tradisi adat istiadat dan budaya, yang dijadikan tuntunan dalam menapaki jalan hidup. Untuk itu, sudah semestinya dirawat atau dilestarikan.

Ketua DPP Peradah Bali, Putu Eka Mahardika dalam kesempatan tersebut menyampaikan salah satu budaya yang mesti dirawat dan diwariskan secara turun-temurun oleh pemimpin Bali ke depan adalah sastra.

Berita Terkait:  Maison Aurelia Sanur Celebrates Balinese Art with “Entre Terre et Âme: Bali, Une Harmonie Silencieuse 2026”

“Kalau kriteria ideal menurut kami yang memang benar-benar seorang pemimpin, memang tentu harus bisa berdasarkan sebuah sastra. Sastra Bali tentunya, sastra Hindu tentunya, yang bagaimana sehari ini dia harus berdasarkan pemahamannya tentang bagaimana membangun budaya itu sendiri,” ungkap Putu Eka.

Sementara itu, Ketua Manggala Yowana Kabupaten Gianyar Pande Made Widia mengatakan Bali krisis pemimpin yang mampu menjaga adat.

“Khususnya di Bali, sekarang kan kita krisis pemimpin yang menjaga adat Bali ya. Kalau kita sebagai masyarakat ya cukup melanjutkan saja menjaga adat budaya tradisi Bali. Maka dari itu kita memang perlu pemimpin yang menjaga adat tradisi Bali yang tahu bagaimana karakteristik masyarakat Bali dalam menjaga budayanya,” tutur Pande Widia.

Berita Terkait:  Kementerian PKP Siapkan Rusun MBR di Lahan Pemprov Bali, Prioritaskan untuk Hunian Seniman Bali

Para ketua OKP itu pun kemudian berharap salah satu hal yang mesti terus dirawat adalah sastra Bali, sastra Hindu yang sejak dulu telah dijadikan dasar menjalankan tongkat kepemimpinan negeri ini, sebagaimana yang diingatkan dalam festival tersebut.

Reporter: Rian Ngari

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI