PENA NTT Gelar Raker, Usung Tema Persaudaraan dan Kebersamaan

IMG-20250824-WA0172
Rapat kerja Pengurus Pena NTT Bali Periode 2025 - 2028 di Melangit Adventure Bali, Klungkung, pada Sabtu (23/8/2025) (barometerbali/rian)

Barometer Bali | Klungkung –  Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT Bali mengadakan Rapat Kerja (Raker) di Melangit Bali Adventure, Klungkung selama dua hari, 23-24 Agustus 2025. Raker tersebut di ikuti oleh 30 orang anggota dan mengusung tema “Jaga Persaudaraan, Bangun Kebersamaan.”

Ketua PENA NTT Bali periode 2025 – 2028, Agustinus Apollonaris Klasa Daton atau yang akrab disapa Apollo, menjelaskan bahwa tujuan utama raker ini adalah untuk menyusun program kerja masing – masing divisi untuk tiga tahun kepengurusan ke depan.

Berita Terkait:  Pelantikan Pengurus DPW NCPI, Koster Ajak Bersama Membangun Bali

“Kepada masing masing divisi menyusun kertas kerja selama tiga tahun ke depan agar menjadi panduan pengurus untuk melangkah,”ujar Apollo

Raker diawali dengan pembekalan dari penasehat PENA NTT, Umar Ibnu Alkhatab dan pembekalan jurnalistik oleh Ketua Penasehat Emanuel Dewata Oja.

Apollo berharap, kegiatan raker ini bisa menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan.

“Harapan saya, dengan selesainya raker kawan kawan pena semakin kompak sebagai anggota dalam wadah PENA NTT.  Dengan menjunjung tinggi kebersamaan dan persaudaraan,” ungkap Pemimpin Redaksi Posbali.net ini.

Berita Terkait:  Nelayan Sanur Hilang di Perairan Selatan Nusa Penida

Dalam raker PENA NTT ini, Apollo menyebut ada beberapa program unggulan di periode kepemimpinannya, yakni untuk anggota sakit dan kedukaan.

Sementara itu, Umar Ibnu Alkhatab menyebut kehadiran PENA NTT di Bali ini sangat penting dalam membentuk persepsi publik dan merupakan suatu kekuatan politik.

“PENA NTT menjadi game changer, atau mampu mengubah suatu permainan, bagaimana kita bisa membantu teman kita dalam situasi sulit dengan kita mengkapitalisasi, kita bisa lakukan apa saja yang positif,” ujar Umar Ibnu Alkhatab.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dorong Sinergi Riset Perguruan Tinggi di Bali untuk Pembangunan Daerah

Di sisi lain, Emanuel Dewata Oja menyoroti pentingnya pemahaman regulasi terkait kode etik jurnalistik kepada setiap anggota PENA NTT.

“Kita tidak percaya diri dengan karya jurnalistik hasil kita, karena kita tidak paham regulasi. Kita tidak tahu cara melawan somasi. Apapun teror somasi, itu merupakan tekanan psikis terhadap wartawan. Banyak jalan untuk menangani somasi, jalur hak jawab,” tandas Emanuel Dewata Oja. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI