Pengujian Kapasitas Mesin RDF di TPST Mengwitani, Bupati Pastikan Pengolahan Sampah di Badung Berjalan Optimal

InCollage_20260819_154245355_pUMk1AMA6R
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat meninjau pengoperasian RDF di TPST Mengwitani, pada Selasa (18/8). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Badung – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi sebagai bagian dari komitmen mewujudkan sistem persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pengujian kapasitas mesin Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani, pada Selasa (18/8).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, seusai meninjau pengoperasian mesin tersebut dengan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Rai Warastuthi, beserta jajaran terkait.

“Sementara ini untuk baru tersedia 1 mesin RDF dengan kapasitas 100 ton per hari. Dan kita rencananya juga akan menyiapkan lagi dua mesin dengan kapasitas masing-masing 100, sehingga totalnya ada 300 ton/per hari,” jelas Bupati Badung.

Berita Terkait:  Wabup Klungkung Buka FGD Tata Kelola Sampah Berbasis Tri Hita Karana di Semarapura Tengah

Lebih lanjut, Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pengoperasian satu unit mesin RDF berkapasitas 100 ton per hari tersebut telah menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dalam penanganan sampah di Kabupaten Badung. Ia berharap penambahan dua unit mesin RDF lainnya, yang saat ini masih dalam tahap uji coba dapat semakin mengoptimalkan pengelolaan sampah hingga persoalan lingkungan di Badung dapat tuntas sepenuhnya.

Berita Terkait:  Aksi Sosial Bupati Badung dan Ketua K3S, Sasar SMAN 1 Kuta Utara hingga Bantu Warga Dalung dan Kapal

“Kelihatannya dari satu mesin ini yang berkapasitas 100 ton saja sudah terjadi perubahan yang sangat signifikan, terutama dalam penanganan sampah yang ada di Badung. Mudah-mudahan dengan penambahan dua mesin lagi yang sedang dicoba, persoalan sampah di Badung benar-benar bisa tuntas,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati juga mengimbau masyarakat luas agar tetap konsisten melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah utama yang ditekankan adalah melalui pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, yang dinilai akan membuat proses penanganan di hilir menjadi jauh lebih cepat dan efektif. Ia menegaskan bahwa kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Berita Terkait:  Gelar Pasukan Calon Paskibraka dan Paskibra se-Kabupaten Badung, Satukan Visi, Samakan Persepsi dan Bangun Kekompakan

“Kalau sampah itu dipilah dari sumber, jauh akan lebih cepat dan lebih efektif. Walaupun kita sudah memiliki mesin seperti sekarang ini, saya tetap berharap dukungan masyarakat itu penting. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa tergantung dengan mesin saja, tetapi dukungan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan serta memilah sampah sangat diperlukan. Kalau ini sudah dilakukan masing-masing masyarakat, saya kira akan jauh lebih efektif mesin-mesin yang akan kita persiapkan,” tutupnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI