Pengukuhan Bandesa Adat Jimbaran, Bupati Badung: Perkuat Peran Adat Jaga Adat dan Budaya

IMG-20260105-WA0009
Foto: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri pengukuhan Kelian Desa Adat Jimbaran di Pura Kahyangan Jagat Ulun Swi, Desa Adat Jimbaran, Sabtu (3/1/2026). (barometerbali/rah/red)

Barometer Bali | Badung – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri pengukuhan Kelian Desa Adat Jimbaran terpilih I Putu Subamia bersama Prajuru Desa Adat, Sabha Desa dan Kerta Desa, Desa Adat Jimbaran, Masa ayahan Isaka 1947-1952, Tahun 2026-2031, Sabtu (3/1/2026), bertempat di Pura Kahyangan Jagat Ulun Swi, Desa Adat Jimbaran.

Turut hadir anggota DPRD Badung dapil Kuta Selatan I Made Sudira, Perwakilan Kadis Kebudayaan Badung, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Artha serta unsur Tripika Kecamatan Kuta Selatan, Bendesa Madya MDA Badung IB. Gede Widnyana, Lurah Jimbaran, Bendesa Adat se-Kecamatan Kuta Selatan, Tokoh serta masyarakat setempat.

Berita Terkait:  Peringatan Hari Ibu ke-97, Putri Koster Tekankan Peran Strategis Perempuan Bali Wujudkan Keluarga Unggul

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Jimbaran di Pura Ulun Swi untuk menyaksikan pengukuhan Bendesa Adat Jimbaran, Pengurus, Sabha Desa dan Kerta Desa.

“Ada peralihan kepemimpinan seperti di dalam uger-uger atau undang- undang alih kepemimpinan yang dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun sekali. Dalam kesempatan ini saya juga bisa bertatap muka bersama Manggala Adat. Ada tugas berat dan tantangan kedepan juga berat, tidak hanya duduk di Prajuru, Kerta Desa, Sabha Desa, tantangan kita luar biasa, apalagi posisi kita di Badung ini adalah Kabupaten yang menjadi pusat pariwisata,” ujarnya.

Berita Terkait:  Sah, Bali Miliki Enam Perda Strategis, DPRD dan Gubernur Bali Satukan Tekad Jaga Masa Depan Pulau Dewata

Bupati berharap kepada Manggala Adat, Sabha Desa, Kerta Desa bagaimana cara mengajegkan budaya apalagi fungsi desa adat adalah mengatur, mengelola kehidupan sosial masyarakat baik dalam kehidupan beragama, adat istiadat dan kehidupan sosial tetapi tetap berlandaskan Tri Hita Karana.

“Tri Hita Karana ini wawasannya sangat universal, sangat menjangkau dan eksis dalam setiap jabatan. Pengurus yang baru ini sudah ke sungkeman oleh masyarakat bagaimana caranya agar tetap harmonis saling asah asih, asuh, dan gotong royong. Kehadiran kami disini menyaksikan pengukuhan/pengangkatan kepengurusan adat baru, selain itu juga untuk memberikan dukungan, mengucapkan selamat, serta berpesan agar para pengurus baru memperkuat peran desa adat dalam menjaga adat, budaya, dan bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan,” tutup Adi Arnawa. (red/rah)

Berita Terkait:  Pengukuhan Bandesa dan Prajuru Desa Adat Tengkulung, Bupati Adi Arnawa: Laksanakan Swadharma dengan Penuh Tanggung Jawab

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI