Pentingnya Kerangka Ekonomi dalam Menghadapi Resesi Global

Foto: Group high level breakfast di Maja Restaurant, Amartera Hotel, Nusa Dua Selasa (15/11/2022). (db/kemendag/

Nusa Dua | barometerbali – Dr. (H.C.). Zulkifli Hasan, S.E., M.M, Menteri Perdagangan, Republik Indonesia menghadiri acara High Level Breakfast yang diadakan oleh Konservasi Indonesia di Nusa Dua, Selasa (15/11/2022)

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kolaborasi dengan pemangku pembangunan yang memperhatikan pengelolaan laut di Indonesia secara berkelanjutan.

“Sejak reformasi, Indonesia banyak mengalami perubahan dalam segala aspek dan keterlibatan masyarakat termasuk program kelautan di mana sudah mulai ada keseimbangan antara partisipasi dan perlindungan ekosistem laut,” demikian Bang Zul panggilan akrabnya saat memberikan sambutan pembukaan di acara tersebut.

Berita Terkait:  BRI BO Ubud Toreh Prestasi Gemilang di Bawah Kepemimpinan Ony Wijayanto

Pemerintah Indonesia sangat memperhatikan program kelautan. Pada kegiatan ini, Bang Zul kembali menggaungkan kegiatan yang digalang sejak 2021 dikenal Sail Tidore. Program ini mempromosikan wisata, budaya dan kearifan lokal di Maluku Utara. Kegiatan yang diadakan setiap 2 (dua) tahun sekali ini tidak hanya mendorong pariwisata tetapi juga ekonomi pesisir dan tata kelola laut berkelanjutan.

“Sangat penting bagi kita untuk mengorelasikan kekayaan laut kita dengan memastikan ekosistem laut yang lestari. Pada akhirnya, kelestarian ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut,” tambah Bang Zul.

Antisipasi pada kondisi ekonomi di Indonesia perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Tidak dipungkiri bahwa ancaman resesi global pada tahun 2023 menjadi tantangan berat bagi perekonomian semua negara di dunia. Pada Oktober 2022, International Monetary Fund merilis revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang memperkirakan pertumbuhan hanya sebesar 3,2% dan akan melambat menjadi 2,7% pada tahun 2023.

Berita Terkait:  Demi Bersaing di Pasar Global, Gubernur Koster Siap Lobi Menkeu Purbaya Turunkan Cukai Arak Bali

Inisiasi Blue Halo S, program yang baru saja diluncurkan pada rangkaian acara Ocean 20 (O20), yang merupakan rangkaian dari kegiatan Group of Twenty (G20). Inisiasi ini merupakan bentuk integrasi dari konservasi laut dan pengelolaan perikanan yang memperhatikan ekologi laut dan ekonomi masyarakat lokal. Secara mendasar, inisiasi Blue Halo S mengangkat dan menguatkan perlindungan lingkungan laut dan produksi ekonomi dari kekayaan laut di Indonesia.

Berita Terkait:  Data BPS Bicara, Pengamat Sebut pada Kepemimpinan Gubernur Koster Kemajuan Ekonomi Signifikan dan Kemiskinan Terendah sejak Prapandemi

“Inisiasi ini merupakan hal yang baru untuk memastikan sumber daya laut terjaga dan terkelola dengan baik (Blue), memastikan lingkungan memberikan manfaat dan impak yang merata pada mata pencaharian, serta penguatan pangan (Halo) yang berkelanjutan (S = Sustainable),” urai Meizani Irmadhiany, Ketua Dewan Pengurus, Konservasi Indonesia menjelaskan inisiasi Blue Halo S.

“Kesinambungan itu perlu diperhatikan dengan baik dalam merancang program penguatan ekonomi yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Meizani menutup pernyataannya. (BB/501/rls)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI