Perangkat Regulasi dan “Amunisi” Antarkan Arak Bali Jadi Spirit Ketujuh Dunia telah Lengkap

Screenshot_20260131_072215_Gallery
Gubernur Bali Wayan Koster bersama para pejabat tos arak dalam peringatan Hari Arak Bali Tahun 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Mangupura Hall, Kabupaten Badung, Kamis (29/1/2026). (barometerbali/bar)

Barometer Bali | Badung – Peringatan Hari Arak Bali Tahun 2026 digelar khidmat dan penuh makna di The Westin Resort Nusa Dua, Mangupura Hall, Kabupaten Badung, Kamis (29/1/2026). Lebih dari sekadar seremoni tahunan, peringatan ini menjadi momentum strategis untuk membangun dan menguatkan kesadaran kolektif masyarakat Bali terhadap keberadaan, nilai, dan harkat Arak Bali sebagai warisan budaya adiluhung Pulau Dewata.

Peringatan Hari Arak Bali 2026 terselenggara berkat kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali/Bali Tourism Board (BTB), serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Sinergi ini menegaskan komitmen bersama dalam mendorong Arak Bali tumbuh berkelanjutan, legal, dan berdaya saing global.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster. Hadir pula perwakilan Pemerintah Pusat, yakni Menteri Perindustrian RI yang diwakili Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika.

Mengusung tema “Arak Brem Bali – Local Spirit Goes Global”, peringatan Hari Arak Bali 2026 menghadirkan sekitar 500 stakeholder Arak dan Brem Bali dari seluruh penjuru Bali. Mulai dari petani, koperasi, produsen, distributor, pelaku pariwisata dan hospitality, hingga regulator serta kementerian terkait, seluruh elemen duduk bersama dalam satu forum strategis berskala nasional.

Salah satu momen penting dalam peringatan ini adalah penyerahan izin produksi Arak Bali dari Kementerian Perindustrian RI kepada Pemerintah Provinsi Bali. Izin tersebut secara simbolis diserahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster, menjadi tonggak penting legalitas industri Arak Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menuturkan perjalanan panjang perjuangan Arak Bali hingga mencapai titik kemajuan saat ini. Ia mengisahkan sejak diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) tentang tata kelola Arak Bali, para pengrajin arak merasa lega dan sumringah karena dapat berproduksi dan beredar secara legal dan teratur.

Sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster membuat kebijakan untuk melindungi dan mengangkat arak Bali melalui Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali bertujuan melegalisasi, melestarikan, dan meningkatkan nilai ekonomi Arak Bali. Pergub ini mendorong produksi tradisional menjadi industri formal dengan standar kualitas dan izin.

Berita Terkait:  Dodik Firmansyah Luncurkan Kantor Hukum Baru, Siap Layani Masyarakat dengan Lebih Baik

Selanjutnya Keputusan Gubernur Bali Nomor 929/03-I/HK/2022 menetapkan setiap tanggal 29 Januari sebagai Hari Arak Bali. Penetapan ini bertujuan mengajak seluruh masyarakat Bali, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadikan tanggal tersebut sebagai hari kesadaran kolektif terhadap keberadaan, nilai, dan harkat Arak Bali.

“Arak sekarang beredar dengan tata kelola yang diizinkan. Ini ekonomi kerakyatan yang harus kita jaga,” tegasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan kisah menarik yang sempat viral di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, Arak Bali kala itu menjadi bagian dari solusi kearifan lokal.

“Kalau minum arak baik-baik, setengah sloki, dicampur kopi—kopi arak tanpa gula—tidak kena Covid. Viral itu. Saya dibully, tapi saya tidak takut, karena saya berpikir untuk ekonomi kerakyatan,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Perkembangan Arak Bali kini dinilai sangat pesat. Saat ini, tercatat sudah ada 58 merek Arak Bali yang berkembang dan dikenal luas. Gubernur Koster mengaku terus mengampanyekan Arak Bali, termasuk mendorong kehadirannya di ruang-ruang strategis pariwisata.

Ia mencontohkan produk Arak Bali yang dipajang di outlet Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Di keberangkatan internasional, produk arak dari Lovina ternyata menjadi best seller, bahkan mengalahkan Red Label yang sudah mendunia. Dalam satu bulan bisa habis 6.000–7.000 botol, setara 3.000–4.000 liter. Ini memberi semangat luar biasa bagi kita,” ungkapnya.

Memasuki peringatan Hari Arak Bali ke-6, Gubernur Koster menyebut ada “kejutan” berupa kado manis bagi masyarakat Bali, yakni terbitnya Izin Usaha Industri Arak Bali dari Kementerian Perindustrian. Dengan izin tersebut, Arak Bali kini dapat diproduksi secara legal dan nyaman di Bali.

Berita Terkait:  MUI Kota Surabaya Gelar Ta’aruf dan Konsolidasi Pengurus Periode 2025–2030

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Perindustrian dan jajaran Dirjen yang telah bekerja keras. Dua bulan prosesnya, dan akhirnya izin ini terbit,” kata Koster.

Dengan adanya izin ini, koperasi-koperasi produsen arak akan bernaung di bawah Perumda Kertha Bali Saguna. Pemerintah Provinsi Bali juga membentuk PT Kanti Barak Sejahtera yang akan mengelola produksi dan peredaran Arak Bali.

Skema ini dirancang untuk menaungi koperasi dan pengrajin arak agar tidak lagi bergantung pada perusahaan pinjaman dengan biaya tinggi.

“Harapannya produksi meningkat, produktivitas naik, dan daya saing Arak Bali semakin kuat. Ini akan memperkuat UMKM Bali dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Gubernur Koster pun menegaskan target besar Bali, yakni menjadikan Arak Bali sebagai minuman spirit ketujuh dunia. “Mari kita doakan bersama agar Arak Bali menjadi spirit ketujuh dunia. Tinggal kita deskripsikan dan perkuat kekhasan produk Arak Bali,” ujarnya penuh optimisme.

Ia menambahkan, saat ini Bali sudah memiliki perangkat yang lengkap: regulasi melalui Pergub, sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), keberadaan Perumda, hingga izin industri. “Perjuangan kita hampir tuntas. Ini kemajuan luar biasa, saya sangat terharu. Ini betul-betul membahagiakan,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh pihak menjadikan Hari Arak Bali sebagai momentum untuk terus bergerak memajukan Arak Bali secara berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah memperkuat ekosistem bahan baku dengan menanam benih kelapa genjah.

“Kami akan tanam kelapa genjah maksimal empat meter. Tiga sampai empat tahun sudah panen. Ini bagian dari memperkuat ekosistem Arak Bali,” pungkasnya.

Ketua Panitia Hari Arak Bali 2026, Ida Bagus Agung Partha Adnyana—yang juga Ketua GIPI Bali/Bali Tourism Board (BTB) dan akrab disapa Gus Partha—menyebut peringatan Hari Arak Bali tahun ini sebagai momentum penting untuk memaknai kembali warisan budaya adiluhung Bali, khususnya Arak dan Brem Bali.

Berita Terkait:  Dari Toko Pulsa ke Agen BRILink, Intip Kisah Agen Wijaya Group Bantu Layanan Perbankan bagi Warga dan Bangkitkan Ekonomi Keluarga

“Ini bukan perayaan biasa, tetapi forum konsolidasi dan titik balik lompatan awal gerakan bersama. Semoga tahun depan bisa lebih baik,” ujar Gus Partha.

Ia menyinggung lahirnya Keputusan Gubernur Bali tentang Hari Arak Bali enam tahun lalu sebagai titik balik perjalanan Arak Bali, dari ruang informal menjadi produk budaya yang sah, formal, dan mampu bersaing di panggung global.

“Enam tahun lalu dimulai perjalanan besar mengangkat Arak Bali dari ruang informal menjadi produk budaya yang sah dan formal. Saat ini sudah ada 58 brand Arak Bali yang dinaungi 18 koperasi,” ungkapnya.

Menurut Gus Partha, kondisi tersebut tidak hanya membangun industri Arak Bali, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi pengrajin dan koperasi.

Dampaknya, Arak Bali kini naik kelas sebagai produk yang aman, berkualitas, dan mulai diterima di pasar global. Karena itu, peringatan Hari Arak Bali juga sengaja digelar di venue bertaraf internasional untuk meningkatkan branding dan daya saing.

Ia menegaskan, ada tiga hal utama yang menjadi perhatian agar Arak Bali semakin dikenal luas di tingkat dunia. Pertama, kualitas dan keamanan sebagai pondasi utama. Kedua, tata kelola yang baik dan berkelanjutan. Ketiga, identitas bersama yang terstruktur dan kuat.

“Semua stakeholder duduk bersama dengan Gubernur agar arah pengembangan Arak Bali lebih tertata,” tegasnya.

Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk memastikan Arak dan Brem Bali tidak kehilangan soul atau jiwa budayanya, justru menemukan masa depan yang lebih cerah di tanah Bali sendiri.

“Selamat Hari Arak Bali. Mari jadikan ini sebagai tonggak sejarah baru bagi Arak dan Brem Bali,” tutup Gus Partha.

Peringatan Hari Arak Bali 2026 pun menjadi penanda penting perjalanan Arak Bali—dari warisan lokal yang sempat terpinggirkan, kini melangkah mantap menuju panggung spirit dunia. (bar)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI