Perkuat Respons Kedaruratan, Bandara I Gusti Ngurah Rai Gelar AES Meeting dan Table Top Exercise 2025

IMG-20251114-WA0026_EuE1pm487W
Foto: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali menggelar Airport Emergency Committee (AEC) Meeting 2025 yang dirangkaikan dengan Table Top Exercise (TTX). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Mangupura – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali menggelar Airport Emergency Committee (AEC) Meeting 2025 yang dirangkaikan dengan Table Top Exercise (TTX) untuk menguji kesiapan dan kecepatan respons seluruh unsur kedaruratan di lingkungan bandara. Sebanyak 91 instansi hadir dalam kegiatan yang menyoroti penyelarasan prosedur penanganan insiden penerbangan.

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari kewajiban penyelenggara bandara sesuai UU No. 1 Tahun 2009, KP 479 Tahun 2015, serta mengacu pada standar internasional ICAO Annex 14 dan ICAO Doc 9137, yang menjadi pedoman utama penyusunan Airport Emergency Plan (AEP) 2025.

Berita Terkait:  Safari Ramadhan dan Buka Puasa Bersama di Musholla Al Furqon Kuta Selatan

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menegaskan bahwa penguatan koordinasi antarinstansi menjadi fokus utama penyelenggaraan kegiatan. “Kondisi darurat tidak bisa diprediksi, tetapi kesiapannya harus dipastikan. Melalui AEC Meeting dan Table Top Exercise ini, kami mengukur apakah jalur komando dan komunikasi berjalan efektif ketika insiden benar-benar terjadi,” Kata Syaugi.

Dalam pertemuan tersebut, bandara memaparkan sejumlah pembaruan pada AEP 2025, termasuk penyempurnaan alur komunikasi kedaruratan, pembagian peran antarinstansi, serta penyesuaian lokasi-lokasi krusial seperti rendezvous point atau titik kumpul pada situasi darurat, staging area yakni area persiapan penanganan darurat, hingga passenger holding area yaitu area kumpul penumpang pada saat keadaan darurat.

Berita Terkait:  Sekda Eddy Mulya Buka Musrenbang RKPD Kota Denpasar Tahun 2027

Usai pemaparan, kegiatan berlanjut dengan Table Top Exercise (TTX), yakni simulasi berbasis diskusi yang melibatkan seluruh unsur operasional. Setiap instansi diminta menjelaskan langkah respons ketika menerima informasi insiden hingga proses pengendalian situasi di lapangan.

Syaugi melanjutkan, “AEP adalah dokumen yang harus terus diperbarui mengikuti dinamika operasi. TTX seperti ini memberikan gambaran nyata bagaimana instansi menjalankan prosedurnya dan di mana titik yang perlu diperbaiki,” lanjutnya.

Berita Terkait:  133 Perbekel se-Tabanan Dikumpulkan, Inspektorat Tekankan Wajib Lapor LHKPN Sebelum 31 Maret 2026

Kegiatan tahunan ini juga menjadi sarana sinkronisasi antara AEP bandara dan Emergency Response Plan (ERP) milik maskapai, memastikan seluruh unsur bergerak dalam prosedur yang seragam saat situasi kritis terjadi.

Dengan terselenggaranya AEC Meeting dan Table Top Exercise 2025, Bandara I Gusti Ngurah Rai menegaskan komitmennya menjaga kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan penerbangan di Bali. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI