Kolase foto: Dirut Kaori Group Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota (kiri atas) menerima anak yatim piatu Dewa Ayu (tengah) yang diantarkan Nuraga (kanan) bekerja memproduksi dupa di perusahaannya, di Mas, Ubud, Gianyar Rabu, (31/7/2024). (Sumber: barometerbali/wk)
Gianyar | barometerbali – Permintaan atas Dupa Kaori tahun 2024 ini meningkat sangat signifikan, terutama Dupa Pasupati. Guna memenuhi tingginya permintaan dupa ini, Kaori Group membuka peluang kerja seluas-luasnya, namun diprioritaskan bagi anak yatim piatu dan disabilitas.
Kaori Group di bawah pimpinan Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Bali dan Nusantara.
Beruntung, Dewa Ayu sebagai salah satu anak yatim piatu yang berkesempatan untuk bertemu dengan Winie Kaori di ruang kerjanya justru langsung sudah dinyatakan mulai bekerja di bagian produksi dupa keesokan harinya.
Meski yatim piatu diharapkan Dewa Ayu tidak usah khawatir, karena banyak saudara yang akan peduli atas kondisinya.
“Tetap semangat Dewa Ayu, besok mulai bekerja ya, belajar cetak dupa, satu persatu kita belajar dari percetakan dulu, nanti lanjut mengemas, lalu diberikan aroma hingga nanti bisa marketing, sehingga bisa lebih baik dari potensi yang adik punya,” pesan Winie Kaori saat dikonfirmasi awak media di Gianyar, Rabu, (31/7/2024).
Menurutnya, anak-anak yang membutuhkan pekerjaan, syaratnya harus ulet, sabar dan belajar tidak kenal putus asa.
Tak hanya itu, lanjutnya anak-anak yang berkeinginan kerja di Kaori Group, baik itu Divisi Dupa maupun Divisi Air harus serius belajar disiplin dan beradaptasi dengan lingkungan serta menjauhkan diri dari sikap sombong.
“Budaya itu yang kami terapkan disini dan siapa yang berprestasi, kinerja bagus otomatis kariernya meningkat,” pesannya.
Oleh karenanya, bagi yang tinggal di daerah Denpasar dan Gianyar sekitarnya yang membutuhkan pekerjaan, bisa langsung datang ke Kantor Kaori Group di Desa Mas Ubud, Kabupaten Gianyar.
“Apalagi anak yatim piatu dan disabilitas kita prioritaskan. Adik-adik bisa kerja dan beradaptasi dengan teman-temannya di sini,” tegas Winie Kaori.
Selain serius, anak-anak yang bekerja di Kaori Group harus jujur untuk mengembangkan kariernya, baik di bagian administrasi, bagian produksi hingga marketing dibuka peluang kerja seluas-luasnya.
“Itu kita buka kerja, juga sopir kita butuhkan tenaga kerja yang memang orang yang serius untuk bisa berkarier di sini,” imbuhnya.
Sementara itu, Nuraga mengucapkan rasa syukurnya atas diterima Dewa Ayu bekerja di salah satu Divisi Kaori Group.
Selaku pemberi informasi peluang kerja di Kaori Group, Nuraga menceritakan terkait biodata Dewa Ayu yang dikatakan ibu kandungnya sudah meninggal dunia dan bapaknya sakit.
Menyikapi kondisi keluarganya, Nuraga mengajak Dewa Ayu untuk bertemu Winie Kaori, agar diberikan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Dewa Ayu tinggal sendiri sama bapaknya dan kakaknya sudah kawin. Semoga disini bisa bekerja dengan baik dan bisa membantu keluarga,” kata Nuraga.
Meski demikian, atas usaha dan kerja kerasnya, Dewa Ayu bisa menamatkan kuliah S1, pada jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).
“Intinya, dia sudah diajarin komunikasi saat kuliah S1, sehingga nanti bisa diterapkan di tempat kerjanya. Jadi, S1 tidak harus jadi guru, karena kuliah itu untuk nambah wawasan. Ilmu sangat penting, tapi dengan kerja akan peroleh pengalaman dari segala hal, proses kehidupan namanya yang bisa belajar bersama,” tutup Nuraga. (213)
Editor: Ngurah Dibia











