Barometer Bali | Denpasar — Aula SMAS Dwijendra Denpasar tampak lebih hidup dari biasanya pada Selasa (10/2). Sekitar 200 siswa kelas X bersama para guru mengikuti program PLN Mengajar yang menghadirkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan serta pengenalan electrifying lifestyle—gaya hidup berbasis energi listrik yang kian relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Program yang digelar oleh PT PLN (Persero) UP3 Bali Selatan ini menjadi bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional. Bersama PLN ULP Denpasar, kegiatan turut didukung oleh Icon Plus dan komunitas kendaraan listrik. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga berkesempatan mencoba langsung kompor induksi serta melihat lebih dekat kendaraan listrik.
Edukasi disampaikan secara interaktif, dimulai dari pemahaman potensi bahaya listrik di rumah, pentingnya instalasi yang sesuai standar, hingga pengenalan layanan dan produk PLN yang dapat diakses masyarakat. Pada sesi praktik, siswa diajak memahami bahwa penggunaan energi listrik yang tepat tidak hanya mendukung efisiensi, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih.
Manager PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam membangun literasi energi di tengah masyarakat.
“PLN Mengajar bukan sekadar berbagi pengetahuan, tetapi membuka ruang bagi generasi muda dan masyarakat untuk aktif memahami serta memanfaatkan energi listrik secara bijak. Ketika publik memiliki literasi yang baik mengenai keselamatan listrik dan electrifying lifestyle, mereka menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang diskusi berlangsung. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir, mulai dari cara mencegah korsleting listrik hingga efisiensi kendaraan listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Pengalaman mencoba teknologi berbasis listrik secara langsung memperkuat pemahaman bahwa transisi energi dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Kepala SMAS Dwijendra Denpasar, Ni Made Sariani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat baik untuk dilakukan secara rutin. Perubahan pola hidup menuju pemanfaatan energi listrik serta pemahaman terhadap potensi bahaya kelistrikan perlu diketahui semua pihak. Kami berterima kasih kepada PLN yang dengan semangat berbagi ilmu kepada siswa dan guru,” ungkapnya.
Melalui PLN Mengajar, masyarakat khususnya generasi muda tidak hanya menerima informasi, tetapi juga didorong berperan aktif sebagai agen penyebar pengetahuan di lingkungannya. Dengan literasi yang semakin kuat, diharapkan budaya keselamatan ketenagalistrikan dan adopsi gaya hidup elektrifikasi dapat tumbuh lebih luas di Bali. (pln/rah)











