Barometer Bali | Denpasar – Dalam upaya memperkuat ketahanan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Polda Bali melalui program deradikalisasi kembali menggelar kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan bagi para Eks Narapidana Terorisme (Napiter) Bali, pada Senin, (4/12/2025).
Kegiatan dengan menghadirkan narasumber, Ustad Sofyan yang juga merupakan mantan napiter yang kini aktif dalam program pencegahan radikalisme, memberikan materi pembinaan yang menekankan pentingnya cinta tanah air, persatuan, serta peran aktif eks napiter dalam menjaga kedamaian di lingkungan masing-masing.
Dalam penyampaiannya, Ustad Sofyan mengajak para peserta untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan dan menjadi agen perdamaian, terutama menjelang momentum Nataru 2026 yang membutuhkan stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Bali.
Ia juga menekankan “kontribusi eks napiter sangat berarti dalam membangun narasi positif dan mencegah penyebaran paham radikal di tengah masyarakat”.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para peserta yang menilai bahwa pembinaan semacam ini memberikan ruang transformasi serta kesempatan untuk kembali berperan dalam kehidupan sosial secara konstruktif. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara aparat keamanan, tokoh pembina, dan eks napiter dalam menciptakan suasana Bali yang aman, damai, dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, Polda Bali berharap terciptanya sinergi berkelanjutan yang dapat mendukung upaya pencegahan radikalisme, serta memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali menjelang perayaan Nataru 2026. (rian)











