Polda Bali Prioritaskan Keselamatan Pejalan Kaki dalam Operasi Zebra 2025

IMG-20251117-WA0095
Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Turmudi menyampaikan keterangan pers usai Apel Gelar Operasi Zebra di Mapolda Bali, Senin (17/11/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar — Polda Bali resmi menggelar Operasi Zebra 2025 selama 14 hari, mulai 17–30 November 2025. Tahun ini, operasi tahunan yang digelar menjelang Natal dan Tahun Baru tersebut hadir dengan penekanan baru yakni perlindungan pejalan kaki dan pengguna jalan paling rentan sebagai prioritas utama.

Operasi Zebra tetap menyasar potensi gangguan, ambang gangguan, hingga gangguan nyata yang dapat menimbulkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan. Namun sesuai arahan Kakorlantas Polri, Polda Bali memastikan seluruh jajaran menerapkan pendekatan yang lebih responsif dan humanis.

Berita Terkait:  Perbedaan Dampak Tsunami Aceh 2004 dan Banjir Bandang Aceh 2025

Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Turmudi, S.I.K., menegaskan bahwa Bali sebagai destinasi pariwisata internasional memiliki mobilitas pejalan kaki yang tinggi—baik masyarakat lokal maupun wisatawan. Karena itu, konsep keselamatan berbasis “humanity on the road” sangat relevan diterapkan.

“Personel kami sudah ditempatkan di titik rawan macet, rawan pelanggaran, dan area padat pejalan kaki. Arahan jelas: lebih peduli, lebih responsif, dan memastikan keselamatan pejalan kaki sebagai prioritas utama,” kata Kombes Turmudi usai Apel Gelar Operasi Zebra di Mapolda Bali, Senin (17/11/2025).

Berita Terkait:  Polda Bali Bongkar Mafia Solar Subsidi, Lima Orang Jadi Tersangka

Ia menegaskan bahwa pola pengawasan kini tidak hanya berorientasi pada penindakan, melainkan pada peningkatan kepatuhan dan perlindungan kelompok rentan, sesuai prinsip Vision Zero dan Hierarchy of Road Users yang menempatkan pejalan kaki sebagai pengguna jalan paling dilindungi.

“Kami ingin ruang jalan di Bali aman dan manusiawi. Pejalan kaki, pesepeda, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan wajib mendapat perlindungan maksimal. Itu bentuk hadirnya negara bagi warganya,” tegasnya.

Berita Terkait:  Hati-Hati! Surat Tilang ETLE Palsu Beredar

Sebagai dukungan operasional, Ditlantas Polda Bali juga melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan wisata, edukasi keselamatan berbahasa asing untuk turis, penertiban parkir liar yang kerap mengganggu jalur pejalan kaki.

Kombes Turmudi menekankan bahwa indikator keberhasilan Operasi Zebra di Bali bukan banyaknya tilang, tetapi penurunan kecelakaan, meningkatnya kesadaran berlalu lintas, serta rasa aman yang benar-benar dirasakan pejalan kaki.

“Kami ingin masyarakat melihat polisi sebagai penolong dan pelindung. Itulah semangat Operasi Zebra 2025 di Bali,” tutupnya. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI