Jajaran Polda Bali menerima beragam keluhan warga saat digelar Jumat Curhat di sebuah cafe di Celuk, Sukawati, Gianyar, Sabtu (25/3/2023). (Kolase: BB/Hms Polda Bali/Anw)
Gianyar | barometerbali – Aksi vandalisme yang marak menjadi keluhan utama warga ketika Polda Bali kembali menggelar program Jumat Curhat di sebuah cafe di, Celuk, Sukawati, Gianyar, Jumat (24/3/2023). Pada kesempatan kali ini Polda Bali mendengar aspirasi dari pemilik, pegawai dan masyarakat sekitar.
Kegiatan Jumat Curhat ini turut dihadiri oleh Dirbinmas Polda Bali, Kombes Pol. Arsdo Ever P. Simatupang, Kabid Humas Polda Bali Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, dan Pejabat Utama Polda Bali lainnya.
Pemilik cafe Ida Bagus Ketut Tapang Jaya pada kesempatannya menyampaikan keluhannya tentang maraknya aksi vandalisme di pasar maupun tempat umum dan berharap adanya SIM keliling sehingga mempermudah warga masyarakat didalam pengurusan SIM.
“Mohon bantuan kepada pihak Kepolisian khusunya Polda Bali terkait maraknya aksi-aksi vandalisme di pasar maupun tempat umum,” ungkap Tapang Jaya.
“Kami mengharapkan bantuan pihak Kepolisian terkait hal ini bagaimanakah prosedur kami dalam melaporkan hal ini apabila menemukan terjadinya kasus ini. Kami juga berharap adanya SIM keliling di sehingga mempermudah warga masyarakat di dalam pengurusan SIM,” sambungnya.
Menanggapi hal tersebut Kabid Humas menyampaikan terkait prosedur pelaporan jika terdapat adanya aksi-aksi vandalisme maupun tindak kriminal lainnya dapat melaporkannya kepada Sipandu Beradat dan masyarakat juga bisa melaporkannya melalui media sosial.
“Masyarakat dapat melaporkan kepada Sipandu Beradat dan juga dapat melaporkannya melalui sosial media. Karena berkat laporan masyarakat, kami Polda Bali dapat segera menindaklanjuti hal tersebut dan tidak menjadi preseden buruk bagi budaya Bali,” terang Satake.
Terkait SIM Keliling pihaknya akan segera dengan Satlantas Polres Gianyar.
“Untuk pelayanan SIM keliling, nanti akan kami koordinasikan kepada pihak Satlantas Polres Gianyar agar melaksanakan sambang kepada warga masyarakat yang ada restoran dan cafe seperti ini sehingga bisa membantu masyarakat di dalam pembuatan SIM. Apalagi saat ini kami tengah gencar-gencarnya menyampaikan kepada warga negara asing untuk wajib memilki SIM namun jangan sampai warga lokal sendiri tidak memilki SIM di dalam berkendara,” tutupnya. (BB/501)











