Polemik Kelebihan Siswa Dalam SPMB 2025 Menuai Kritik Tajam

InCollage_20250823_134636334_j6we6qFH2K
Foto: Pengamat pendidikan Nadia Bafaqih. (Barometerbali/Redho)

Barometer Bali | Sidoarjo – Polemik kelebihan siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di sejumlah SD Negeri Sidoarjo menuai kritik tajam dari pengamat pendidikan Nadia Bafaqih. Ia menilai solusi pemindahan siswa ke sekolah lain yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo tidak mengedepankan hak anak.

“Kebijakan pemindahan siswa hanyalah jalan pintas yang menutupi kegagalan manajemen. Pemerintah daerah, seharusnya mempunyai kesadaran untuk mengakui keteledoran dan meminta maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan tersebut”, ujar Nadia.

Berita Terkait:  Bukan Sekadar Teori, Mahasiswa Teknologi Pangan Warmadewa Terjun ke Hilirisasi Produk Lokal

“Aspek psikologis nyaris tak pernah jadi pertimbangan. Pemindahan mendadak tanpa kesiapan mental, bisa menimbulkan, jangan hanya karena sistem amburadul lalu anak-anak yang menanggung beban,” imbuh Nadia.

Pendidikan itu membentuk manusia, bukan sekadar mengisi kuota, ini adalah bagaimana pemerintah menyiapkan generasi bangsa yang harus diberi karpet merah dengan cita cita yang gemilang.

Berita Terkait:  ODL SLTP di Krian Diduga Menyimpang, Disorot Jadi Wisata Berkedok Pendidikan

Kritik keras ini menggarisbawahi problem dunia pendidikan secara menyeluruh, seperti mafia atau kartel yang sudah menggurita.

Kasus SPMB 2025 hanyalah gejala dari penyakit lama: tata kelola pendidikan yang buruk, minim perencanaan dan absennya keberpihakan pada anak.

Setiap tahun masalah serupa muncul dengan wajah berbeda. Tahun ini murid dipindahkan, tahun depan bisa jadi giliran orang tua dipaksa mencari sekolah swasta dengan biaya lebih tinggi, sementara kemampuan orang tua masih belum menjangkau.

Berita Terkait:  Program 'Satu Keluarga Satu Sarjana' Gubernur Koster Pastikan Anak Keluarga Miskin Kuliah S1

Kalau manajemen diknas dalam penerimaan murid baru tetap rapuh, tiap tahun akan ada korban baru, begitu terus menerus.

“Dinas Pendidikan harus merubah tata kelola buruknya sistem yang ada didalamnya, seluruhnya,” pungkas Nadia. (redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI