Foto: Kapolres Jembrana, Ajun Komisaris Besar Polisi, Endang Tri Purwanto masih terus melakukan pengembangan penyelidikan serta mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat “bos” di belakang para tersangka penyelundup 12 penyu hijau beberapa waktu lalu kepada pada awak media saat jumpa pers, Rabu (5/6/2024) di aula Mapolres Jembrana. (Sumber: BB/ Yus).
Jembrana | barometerbali – Kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyelidikan serta mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat “bos” di belakang para tersangka penyelundup 12 ekor penyu hijau beberapa waktu lalu.
Hal ini diungkapkan Kapolres Jembrana, Ajun Komisaris Besar Polisi, Endang Tri Purwanto kepada pada awak media saat jumpa pers, di aula Mapolres Jembrana, Rabu (5/6/2024)
“Seluruh pelaku sudah kita amankan, dan kita lakukan pengembangan untuk meringkus bos di belakang mereka,” ungkapnya.
Hasil dari pengembangan lanjut Tri, jika keempat pelaku didanai oleh seorang wanita yang juga warga Jembrana.
“Dari kasus terakhir, para pelaku menyampaikan kepada kami kalau dia disuruh oleh seseorang wanita dengan imbalan 1,5 juta, namun kita masih akan mengumpulkan alat bukti untuk dapat menjerat bos itu,” terang Tri.
Ia berjanji akan membuat hidup para pelaku penangkapan satwa dilindungi ini tidak tenang.
“Siapa pun yang terlibat penyelundupan penyu akan kami buat hidupnya tidak tenang. Kami akan selidiki dan jika terbukti proses hukum lebih lanjut akan dia jalani,” tegas Tri.
Sementara itu, dokter hewan dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) Hasnaul Husna mengatakan penyelundupan penyu di Bali sangat memprihatinkan karena jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor setiap tahun.
Dia mencontohkan pada tahun 2023, JSI turut serta memeriksa dan merehabilitasi sekitar 100 ekor penyu selundupan.
“Itu jumlah yang besar sekali untuk penyelundupan rentang satu tahun dan jumlah itu pun berasal dari penyelundupan yang terungkap,” katanya.
Menurut Hasnaul, di sepanjang perairan laut di Kabupaten Jembrana memang tersedia makanan bagi penyu sehingga satwa itu sering berkeliaran di perairan tersebut.
Hasnaul menggambarkan jika salah satu dari belasan penyu hijau yang berhasil diamankan Polres Jembrana mengalami sakit parah hingga kelaminnya keluar akibat terlalu lama di darat.
“Artinya ada potensi kematian dari penyu yang gagal diselundupkan, yang juga mempercepat kepunahan. Padahal dari usianya penyu itu dalam masa produktif,” pungkas Tri.
Reporter: Yus
Editor: Ngurah Dibia











