Barometer Bali | Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet jilid II dengan mengganti sejumlah posisi strategis di jajaran pemerintahan. Dalam perombakan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu nama yang dicopot dari jabatannya.
Informasi yang diterima menyebutkan, total ada lima menteri dan satu menteri koordinator yang diganti. Mereka adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Menteri Keuangan, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Menteri Koperasi, serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Selain itu, Presiden Prabowo juga membentuk Kementerian Haji dan Umrah yang baru, sebagai bentuk perhatian khusus pemerintah terhadap pelayanan ibadah haji masyarakat Indonesia.
Meski nama-nama pengganti telah disiapkan, hingga berita ini diturunkan Istana belum secara resmi mengumumkan siapa yang akan menduduki posisi-posisi tersebut. Pelantikan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat di Istana Negara.
Langkah reshuffle ini disebut sebagai upaya Prabowo untuk memperkuat kabinetnya agar lebih solid menghadapi tantangan pemerintahan lima tahun ke depan, termasuk menjaga stabilitas politik, memperkuat fondasi ekonomi, serta meningkatkan pelayanan publik.
Perubahan besar ini sekaligus menandai arah baru pemerintahan Prabowo dalam membangun kabinet yang dinilai lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap dinamika nasional maupun global.
Berikut ini jajaran menteri yang di-reshuffle oleh Prabowo: Menteri Koordinator Politik dan Keamanan: Budi Gunawan
Menteri Keuangan: Sri Mulyani
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Abdul Kadir Karding
Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi
Menteri Pemuda dan Olahraga: Dito Ariotedjo
Ada beberapa menteri dan wakil menteri baru yang dilantik sore ini.
• Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
• Menteri Perlindungan Pekerja Migran: Mukhtarudin
• Menteri Koperasi: Ferry Juliantono
• Menteri Haji dan Umrah: Mochamad Irfan Yusuf
• Wakil Menteri Haji dan Umrah: Dahnil Anzar Simanjuntak
Sebelumnya kepada media, Menteri Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi dalam jumpa pers yang disiarkan livestreaming, pada Senin (8/9/2025) sore hari ini menyebut, reshuffle itu dilakukan setelah Presiden Prabowo mempertimbangkan berbagai masukan, dan evaluasi yang dilakukan terus menerus.
“Maka pada sore ini sekaligus Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan sususan Kabinet Merah Putih,” pungkas Prasetyo. (red)











