Pulihkan Lingkungan Pascabanjir, Desa Adat Denpasar Gelar Aksi Kebersihan Serentak

IMG-20250921-WA0019_8oaupmpl6S
Foto : Warga adat di Desa Adat Denpasar melaksanakan aksi kebersihan pascabanjir di sepanjang aliran Tukad Badung, Minggu (21/9). Kegiatan ini dipimpin langsung Bendesa Adat Denpasar, Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma. (barometerbali/pur/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Warga adat di Desa Adat Denpasar kembali menunjukkan semangat kebersamaan. Dengan penuh antusias, mereka melaksanakan aksi kebersihan serentak pascabanjir di sepanjang aliran Tukad Badung, Minggu (21/9). Kegiatan dipimpin langsung Bendesa Adat Denpasar, Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma.

Sejak pagi buta, pukul 07.00 Wita, warga sudah berkumpul dengan berpakaian adat sederhana, membawa cangkul, sabit, sapu, hingga kantong sampah. Menyusuri bantaran sungai, mereka bahu-membahu membersihkan sisa banjir, mulai dari puing, plastik, hingga lumpur yang menumpuk.

“Kami mendukung gerakan kebersihan pascabanjir dari Pemkot Denpasar. Selain itu, kegiatan ini juga bertepatan dengan World Clean Up Day yang diperingati setiap 20 September. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya sekadar respon atas bencana, tetapi juga menjadi budaya kolektif untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma di sela kegiatan.

Berita Terkait:  Kunjungi Tiga Sekolah Dasar, Bupati Satria Tekankan Pentingnya Pembentukan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan nilai gotong royong. “Bencana banjir mengingatkan kita pentingnya kebersamaan. Dengan gotong royong, kita bisa memulihkan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga alam demi generasi mendatang,” imbuhnya.

Aksi kebersihan ini juga mendapat dukungan penuh Pemkot Denpasar melalui pengangkutan sampah, serta tim Damkar yang membantu menyemprot lumpur di kawasan Jalan Tukad Barisan. Tak hanya terpusat di satu titik, 60 banjar adat yang tergabung dalam Desa Adat Denpasar serentak bergerak di wilayah masing-masing, termasuk di dua kelurahan dan lima desa dinas.

Berita Terkait:  Peringkat 3, Denpasar Bali Masuk Daftar Kota dengan Restoran Vegetarian Terbanyak Dunia

Beberapa titik pembersihan di sepanjang Tukad Badung tersebar di Kelurahan Pemecutan berlokasi di Jembatan Jl. Bukit Barisan, Desa Pemecutan Kaja di belakang RSUD Wangaya, Desa Pemecutan Kelod di Jembatan Batan Nyuh dan belakang SPBU Batan Nyuh, Kelurahan Dauh Puri di sungai sebelah barat Masjid Suci, Desa Dauh Puri Kauh berlikasi di Jembatan Jl. Pulau Biak, Desa Dauh Puri Kangin di belakang BCA hingga Jembatan Tukad Badung, serta Desa Dauh Puri Kaja berlokasi di Jembatan Pura Desa ke arah utara.

Berita Terkait:  Lepas Kajari Klungkung I Wayan Suardi, Bupati I Made Satria Apresiasi Sinergi dan Pendampingan Tata Kelola Pemerintahan

“Banjar-banjar yang tidak berada langsung di bantaran Tukad Badung tetap diarahkan melaksanakan gotong royong di lingkungan masing-masing,” jelas Wirakesuma.

Sebagai bentuk kepedulian lebih lanjut, Prajuru Desa Adat Denpasar juga akan menyalurkan bantuan sembako kepada krama terdampak banjir serta memberikan santunan bagi keluarga krama yang kehilangan anggota akibat bencana. (pur/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI