Puluhan PTS Solid Dukung Program Satu Keluarga Satu Sarjana

IMG-20250805-WA0013
Gubernur Bali, Wayan Koster saat diwawancarai di halaman Gedung Kertha Sabha, Denpasar, pada Selasa (29/7/2025) (barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali bersama sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali resmi menandatangani kerja sama dalam program satu keluarga satu sarjana yang digagas oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan bahwa pada tahap pertama, total 1.450 calon mahasiswa akan diterima melalui program satu keluarga satu sarjana, tersebar di 28 perguruan tinggi yang terdiri dari 8 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 20 perguruan tinggi swasta (PTS).

Berita Terkait:  Nuanu Bawa Musik Elektronik Indonesia ke Panggung Utama di Malam Tahun Baru

“Untuk tahap satu, karena waktunya singkat, yang diakomodir adalah 1.450 calon mahasiswa dari 28 perguruan tinggi – delapan perguruan tinggi negeri dan 20 perguruan tinggi swasta,” jelas Koster usai penandatanganan MoU bersama rektor perguruan tinggi di Bali, pada Selasa (29/7/2025).

Program ini akan dimulai pada tahun ajaran 2025 yang dijadwalkan mulai Agustus. Menariknya, biaya pendidikan hanya dibebankan sebesar Rp1 juta per semester, dan itu pun sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Bali. Bahkan, mahasiswa tidak dikenakan biaya pembangunan, yang biasanya menjadi beban signifikan di awal perkuliahan.

Berita Terkait:  Wabup Klungkung Hadiri Wisuda Sekolah Lansia Wreda Dharma Sesana Desa Aan

“Perguruan tinggi tidak mengenakan biaya pembangunan. Yang dibebankan hanya Rp1 juta per semester, dan itu ditanggung pemprov,” sebut Koster.

Tak hanya biaya pendidikan, pemerintah juga akan menanggung biaya kos beserta makan-minum mahasiswa hingga maksimal 8 semester. Untuk wilayah seperti Denpasar dan Bandung, biaya hidup yang dialokasikan adalah sekitar Rp1,4 juta per bulan per mahasiswa.

Berita Terkait:  Efatha Filomeno Borromeu Duarte Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Unud, Kaji Pengaturan AI dan Robotik di Indonesia

“Sudah lengkap, itu sudah termasuk kos dan makan-minum juga. Ini menjadi prioritas,” tambahnya.

Program ini diperkirakan menyedot anggaran sekitar Rp9,7 miliar hingga akhir Desember 2025, dan akan meningkat menjadi lebih dari Rp27 miliar per tahun pada 2026 dan seterusnya, seiring penuh berjalannya program. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI