Badung | barometerbali – Kepedulian pengusaha Oleh Oleh Khas Bali I Gusti Ngurah Anom yang kerap disapa Ajik Krisna dalam kegiatan sosial tak diragukan lagi. Kali ini Ajik Krisna didampingi I Made Mariata (Kadek Garda) pimpinan Garda Group Bali dan Ketut Ismaya Jaya (Jro Bima) Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali menyerahkan bantuan dana untuk perbaikan tembok penyengker (penyangga) yang longsor di Pura Rentaja, Banjar Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali pada Selasa (26/5/2022).
Tembok penyangga pura kuno tersebut mengalami longsor pada Februari 2022 lalu. Pura Rentaja saat ini memiliki Pengempon sebanyak 9 Kepala Keluarga (KK)
Disaksikan sejumlah pengurus pura dan seniman setempat Bakti Wiyasa yang juga menjelaskan sejarah Pura Rentaja, Ajik Krisna selanjutnya memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp20 juta rupiah.
“Bantuan ini spontanitas, tidak ada paksaan. Murni tulus membantu krama disini memperbaiki senderan Pura yang longsor,” ucap Ajik Krisna.
Sebelumnya bersama komunitas riders dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali di mana Ajik Krisna selaku ketuanya juga menyalurkan sumbangan untuk pura yang ada di Nusa Penida, Klungkung.
Di tempat yang sama, Ketut Ismaya dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari Ajik Krisna dan Made Mariata yang sudah dengan tulus ikhlas membantu krama pengempon Pura Rentaja yang terkena musibah longsor.
“Saya apresiasi dan bangga dengan Ajik Krisna tidak banyak bicara, tapi beliau langsung berkomitmen memberikan Punia untuk membantu pembangunan senderan Pura yang longsor,” ujar Jro Bima.
“Semoga apa yang beliau lakukan dengan ketulusannya, alam semesta akan membalasnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Made Mariata, pengamat sosial di Bali dalam kesempatan tersebut menyampaikan kedatangannya adalah murni untuk membantu krama (warga) Bali yang diterpa musibah, terlebih di Pura-nya.
“Saya tidak peduli dengan soroh ini itu, yang penting Pura ini dapat bantuan,” cetus Made Mariata yang juga kerap dipanggil Kadek Mariata ini.
Ia mengimbau dan mengajak seluruh Krama Hindu di Bali untuk bersatu saling bantu membantu. Karena budaya dan tradisi Bali inilah daya tarik wisatawan datang berlibur ke Bali.
“Kebetulan ini ada Ajik Krisna partner baru saya yang peduli dengan keberadaan pura-pura di Bali. Yang harus peduli itu bukan kami yang pertama. Makanya di sini Parisada dan MDA harus turun melihat kondisi di lapangan. Mari sama-sama menjaga Bali. Tidak baik hanya duduk di kantor” tandasnya. (002)











