Quality Tourism Menjadi Konsep Profesional Kekuatan Pariwisata Bali 2026

BARO APR F 2
Desa Wisata Penglipuran di Bangli, Bali, merupakan salah satu destinasi yang masih menjaga tradisi adat, budaya, dan sangat menjaga kebersihan lingkungan. (barometerbali/dok.net)

Barometerbali.com | Denpasar – Ketatnya persaingan di sektor pariwisata mengharuskan Bali semakin professional dengan fokus pada pariwisata berkualitas, berkesinambungan dan kompetitif secara global.

Hal itu diimplementasikan dengan fokus pada peningkatan kualitas bukan kuantitas dengan pembenahan dan penataan zonasi maupun pengelolaan destinasi pariwisata yang mengedepankan kenyamanan wisatawan.

Praktisi Pariwisata Bali I Nyoman Rutha Ady mengatakan, Bali harus profesional dan beralih dari pariwisata massal ke pariwisata berkualitas dengan mengedepankan kenyamanan, kelestarian, dan pengalaman autentik.

Sehingga membedakannya dengan destinasi negara pesaing seperti Thailand, Singapura dan Malaysia.

Berita Terkait:  Wajib Tahu! Berikut 11 Tips Liburan di Bali saat Hari Raya Nyepi

Rutha Ady tidak memungkiri, masing–masing destinasi wisata di dunia memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi daya tarik wisatawan.

Menurutnya, daya tarik pariwisata tidak harus sama yang terpenting professional dalam menata zonasi, pengelolaan destinasi secara berkualitas dan investasi berkelanjutan tanpa merusak lingkungan.

Rutha Ady mengingatkan, jika ingin mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, Bali jangan sampai kehilangan rohnya sebagai destinasi wisata Budaya.

“Pariwisata Bali 2026 difokuskan pada peningkatan kualitas bukan kuantitas. Fokus tersebut diimplementasikan pada penataan zonasi, pengelolaan destinasi serta memperbaiki tata kelola demi pariwisata yang lebih berkualitas, berkesinambungan dan kompetitif secara global,” ujar Rutha Ady.

Berita Terkait:  Apa yang Dimaksud Hotel Budget dan Apakah Termasuk Hotel Bintang? Ini Perbedaannya

Rutha Ady mengatakan, pilar profesionalisme pariwisata Bali 2026 meliputi investasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah, serta perbaikan infrastruktur untuk mengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kenyamanan wisatawan.

“Memperketat implementasi Peraturan Daerah juga menjadi keharusan seperti pengecekan tabungan dan aktivitas calon wistawan mancanegara untuk memastikan wisatawan yang datang berkualitas dan membawa dampak positif bagi perekonomian,” tuturnya.

Pariwisata Bali berkualitas dan berkelanjutan tidak terlepas dari penataan zonasi, pengelolaan destinasi, investasi berkelanjutan dan penegakan aturan yang tegas.

Berita Terkait:  Rekomendasi 7 Tempat Wisata Keluarga Terbaik di Bali yang Wajib Dikunjungi

Penataan destinasi difokuskan pada tata kelola sebaran wisatawan yang lebih merata dan destinasi tidak jenuh.

Penekanan pada investasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah dan perbaikan infrastruktur juga menjadi hal krusial untuk mengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kenyamanan wistawan.

Hal terpenting lainnya menyangkut regulasi wisatawan mancanegara untuk memastikan wistawan yang datang berkualitas dan tidak berbuat onar.

Pariwisata Bali 2026 diharapkan lebih profesional dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, kepariwisatan idealnya berdampak signifikan terhadap ekonomi Pulau Dewata. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI