Rakerda FKUB se-Bali Dibuka, Giri Prasta Ajak Tokoh Agama Jaga Kerukunan

IMG-20250603-WA0133
Wakil Gubernur Bali,I Nyoman Giri Prasta (tengah ) saat menghadiri dan membuka Rakerda FKUB se- Bali, pada Selasa (3/6/2025) (barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar- Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi membuka pelaksanaan Rakerda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Bali di Gedung Lila Graha, Kantor MDA Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Selasa (3/6/2025).

Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas peran penting FKUB dalam menjaga kerukunan, baik antar umat maupun intern umat beragama.

Ia katakan kerukunan serta kedamaian merupakan hal yang sangat penting bagi Bali, terutama mengingat Bali hidup dari sektor pariwisata, di mana keamanan adalah salah satu bagian penting penunjang pariwisata.

Berita Terkait:  5 Daya Tarik Bali Jadi Destinasi Pernikahan Favorit Selebritis Tanah Air maupun Mancanegara

“Kami berterima kasih kepada jajaran FKUB yang telah menjaga empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta selalu menjaga Bali sehingga Bali tetap rukun, aman, dan damai,”ujarnya.

Giri Prasta juga mengajak jajaran FKUB untuk meningkatkan sinergitas, baik dengan FKUB kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi Bali, serta semua lini pemangku kepentingan.

Selain itu, ia mengimbau para tokoh agama agar senantiasa menjalin komunikasi, bersinergi, dan bersama-sama menjaga kerukunan, sehingga kedamaian Pulau Dewata selalu terjaga.

Berita Terkait:  SMSI Resmikan Monumen Media Siber di Cilegon, Tonggak Sejarah Pers Digital Indonesia

“Saya harap pelaksanaan Rakerda ini akan melahirkan pikiran-pikiran serta gagasan cerdas dari para tokoh agama untuk menjaga kerukunan di Pulau Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” tuturnya.

Sementara Itu, Ketua Umum FKUB Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, mengatakan bahwa terciptanya kerukunan sangat penting bagi Bali. Dengan adanya kerukunan, akan tercipta kedamaian dan keamanan yang menjadi dambaan setiap manusia. Oleh karena itu, kerukunan harus kita jaga di tengah kemajemukan ragam agama, suku, maupun ras.

Berita Terkait:  Bupati Satria Serahkan Bantuan Sembako Warga Terdampak Abrasi di Pantai Monggalan Kusamba

“Isu agama adalah isu yang sangat sensitif, di samping isu-isu SARA lainnya, yang bisa merusak kedamaian dan kerukunan. Untuk itu, kita harus selalu saling menjaga dan bersinergi untuk memelihara kerukunan serta kedamaian yang ada. Kerukunan itu mutlak, penting, dan nilainya mahal,” pungkasnya.

Untuk diketahui pembukaan Rakerda FKUB se-Bali pada pagi hari ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga, pimpinan atau pengurus FKUB kabupaten/kota se-Bali, serta undangan lainnya. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI