Barometer Bali | Tabanan – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tabanan di Ruang Rapat Lantai III Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Selasa (7/7/2026). Rakor tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, para camat, kepala puskesmas, perguruan tinggi, Tim Penggerak PKK, serta berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat sinergi pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tabanan.
Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, khususnya dalam penguatan koordinasi, pemenuhan data pada Sistem Aksi Konvergensi Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, serta evaluasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di daerah.
Percepatan penurunan stunting menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. melalui pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing. Peningkatan kualitas generasi sejak masa awal kehidupan dipandang sebagai fondasi dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Kabupaten Tabanan.
“Penurunan stunting harus menjadi gerakan bersama. Saya mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, media, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi. Dengan semangat gotong royong dan kerja yang terintegrasi, kita optimistis mampu melahirkan generasi Tabanan yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai pondasi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujar Bupati Sanjaya.
Kepala Bappeda Kabupaten Tabanan, I Gede Urip Gunawan mengatakan percepatan penurunan stunting merupakan program lintas sektor yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.
“Melalui rakor ini kami memastikan seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu arah dengan memperkuat pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Sinergi seluruh OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, perguruan tinggi, TP PKK, dunia usaha hingga media menjadi faktor penting agar intervensi yang dilakukan semakin tepat sasaran, terutama pada desa-desa yang telah ditetapkan sebagai lokus prioritas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan telah menetapkan 18 desa lokus prioritas percepatan penurunan stunting tahun 2026 yang tersebar di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, Selemadeg Timur, Kerambitan, Penebel, dan Pupuan. Seluruh perangkat daerah diarahkan mengoptimalkan intervensi spesifik maupun intervensi sensitif berdasarkan hasil analisis situasi sehingga penanganan di desa-desa tersebut berjalan lebih terarah.
Pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tabanan mengintegrasikan 31 indikator layanan konvergensi, mulai dari pelayanan ibu hamil, bayi, balita, remaja putri, calon pengantin hingga pemenuhan akses air minum aman, sanitasi layak, kepesertaan JKN, administrasi kependudukan, pendampingan keluarga serta pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi. Pendekatan tersebut didukung berbagai inovasi daerah seperti BEST GENRE Tabanan, Semara Ratih, KERABAT KITA, dan Gemarikan yang terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data e-PPGBM Tahun 2025 dengan tingkat kelengkapan pengukuran (entry D/S) mencapai 98,9 persen, prevalensi stunting Kabupaten Tabanan tercatat 2,7 persen dari 20.994 balita yang telah diukur. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan intervensi secara terpadu di Kabupaten Tabanan.
Keberhasilan tersebut turut mendapat pengakuan di tingkat regional. Kabupaten Tabanan berhasil meraih Juara III Regional Jawa-Bali pada kategori Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. dalam memperkuat pembangunan manusia melalui kolaborasi lintas sektor terus menunjukkan hasil yang membanggakan.
Mengakhiri rakor, Kepala Bappeda berharap seluruh perangkat daerah dan stakeholder dapat terus menjaga komitmen bersama dalam memperkuat pelaksanaan delapan aksi konvergensi, meningkatkan kualitas data, serta memastikan seluruh intervensi benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan sinergi yang semakin kuat, kita optimistis target penurunan stunting di Kabupaten Tabanan dapat terus dicapai, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan menjadi modal utama pembangunan daerah di masa depan,” pungkasnya. (rah)










