Rektor ITB STIKOM Bali Dorong APK Perguruan Tinggi Bali Tembus 60 Persen

Screenshot_20260107_223248_Photo Editor
Rektor ITB STIKOM Bali, Dr Dadang Hermawan usai pelepasan mahasiswa Program Kuliah Magang ke Jepang dalam kegiatan Coffee Morning bersama media di Kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Rabu (7/1/2026). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Rektor ITB STIKOM Bali, Dr Dadang Hermawan, mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Bali hingga 60 persen. Ia menegaskan, di tengah berbagai kemudahan akses pendidikan saat ini, tidak ada lagi alasan bagi generasi muda untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Saat ini, APK perguruan tinggi di Bali masih berada di kisaran 35 persen, relatif sama dengan rata-rata nasional. Padahal, menurut Dadang, berbagai hambatan klasik yang selama ini menjadi kendala masyarakat untuk kuliah telah banyak terurai.

“Sekarang sudah tidak ada alasan lagi. Ada pembelajaran daring yang fleksibel, KIP Kuliah, beasiswa yayasan, hingga program kuliah magang yang memungkinkan mahasiswa belajar sambil bekerja,” ujar Dadang usai pelepasan mahasiswa Program Kuliah Magang ke Jepang dalam kegiatan Coffee Morning bersama media di Kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Rabu (7/1/2026).

Berita Terkait:  Gubernur Koster Terima Pengaduan Krama Adat Soal Akses Pura di Kawasan PT Jimbaran Hijau

Ia menilai program kuliah magang menjadi model pendidikan yang ideal. Selain memperoleh gelar akademik, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman kerja sekaligus penghasilan.

“Mahasiswa dapat pengalaman kerja, dapat uang, dan tetap meraih gelar sarjana,” tegasnya.

Dadang menekankan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali sangat bergantung pada keberanian para pengambil kebijakan dalam mendorong anak-anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Saya berharap SDM Bali bukan hanya setara rata-rata nasional, tapi harus di atas rata-rata. Salah satu indikatornya adalah APK perguruan tinggi,” sebutnya.

Menurutnya, rendahnya APK masih dipengaruhi faktor finansial dan minimnya informasi di masyarakat terkait berbagai skema bantuan pendidikan. Padahal, di tengah era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity—dibutuhkan generasi yang berwawasan luas dan adaptif.

Berita Terkait:  Transformasi Disiplin Positif SMP Muhammadiyah 4 Boarding School Porong Sebagai Pondok Pesantren Terbaik

“Wawasan itu bisa diperoleh melalui pendidikan tinggi,” kata Dadang.

Ia pun berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, ikut berperan aktif mengedukasi generasi muda agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga menyoroti pergeseran minat calon mahasiswa. Program studi bisnis digital kini mengalami lonjakan peminat, bahkan melampaui sistem informasi dan teknologi informasi. Hal ini dinilai sejalan dengan pesatnya perkembangan ekonomi digital dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti yang menaungi ITB STIKOM Bali, Drs. I.B. Dharmadiaksa, M.Si., Ak, menyampaikan apresiasi kepada awak media atas peran aktifnya dalam mengenalkan ITB STIKOM Bali kepada masyarakat.

“Teman-teman media jangan segan bertanya jika membutuhkan informasi seputar ITB STIKOM Bali,” ucapnya.

Ia juga berpesan agar insan pers tetap setia pada profesi jurnalistik sebagai profesi mulia dalam menyampaikan informasi dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

Berita Terkait:  Wakil Bupati Klungkung Sambut Kunjungan Edukasi TK Negeri Desa Tusan

Sebagai bagian dari implementasi program Ayo Kuliah, ITB STIKOM Bali melepas empat mahasiswa untuk mengikuti program kuliah sambil magang di Jepang. Tiga di antaranya yakni Ni Kadek Anita Setyari (perhotelan, Nagoya), Tarsius Danrianus Tupen Lanan (perusahaan furnitur, Osaka), dan Ni Made Ratih Purwasih (perhotelan, Nagoya).

Salah satu peserta, Tarsius Danrianus Tupen Lanan, mengaku antusias mengikuti program tersebut.

“Ini pengalaman yang sangat bagus. Kita bisa kerja, dapat penghasilan, dan pengalaman yang nantinya bisa dipakai untuk bekerja di Bali atau membuka usaha sendiri,” tandasnya.

Melalui gerakan ini, ITB STIKOM Bali berharap semakin banyak generasi muda Bali melanjutkan pendidikan tinggi demi peningkatan kualitas SDM dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di masa depan. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI