Barometer Bali | Denpasar – Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar periode 2026–2030, Dr Cokorda Gede Bayu Putra, SE, MSi, menegaskan bahwa jabatan rektor yang kini diembannya bukanlah sebuah pencapaian personal, melainkan panggilan sejarah dan pengabdian bagi generasi muda Hindu untuk turut membesarkan dan memajukan lembaga pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Bayu Putra usai pelantikannya yang dilakukan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi selaku Badan Penyelenggara Pendidikan UNHI, Kolonel Purn Dr Drs Dewa Ketut Budiana, MFil, berlangsung di Aula Taman Asoka UNHI Denpasar, Sabtu (10/1/2026).
“Jabatan ini bukan sebuah pencapaian jabatan, tetapi panggilan sejarah dan pengabdian dan membumikan ruang-ruang Dharma. Terutama bagi generasi muda Hindu untuk terlibat aktif menjaga keberlangsungan dan memajukan lembaga pendidikan Hindu. Saya juga dosen tetap yayasan sejak 2016, sehingga apa yang telah dicapai UNHI selama ini tentu akan kami review kembali,” ungkapnya.
Bayu Putra menjelaskan, pasca-disahkannya Statuta UNHI 2025 oleh Badan Penyelenggara, terdapat perubahan orientasi pengembangan kampus ke arah perguruan tinggi yang berdaya saing global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan Hindu.
“Amanat statuta mengubah orientasi UNHI menjadi kampus yang berdaya saing dengan nilai-nilai global. Karena itu, dalam waktu cepat kami akan melakukan penyesuaian Renstra agar sejalan dengan statuta terbaru,” jelasnya.
Terkait visi dan misi kepemimpinannya, Bayu Putra menegaskan tidak akan ada visi dan misi pribadi di luar yang tertuang dalam statuta UNHI.
“Visi dan misi saya sama dengan visi dan misi lembaga sesuai Statuta UNHI 2025. Tidak ada lagi visi-misi lain. Sekarang tugas kita mematangkan mesin, terutama tata kelola manajerial,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan akan segera melakukan penyegaran organisasi, termasuk pergantian sejumlah pejabat struktural untuk menyesuaikan dengan amanat statuta dan Renstra terbaru.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait penunjukan wakil rektor, Bayu Putra menyatakan akan mengikuti mekanisme yang diatur dalam statuta.
“Syarat wakil rektor sudah diatur dalam statuta. Dalam waktu dekat saya akan bersurat ke Senat untuk meminta pertimbangan. Mudah-mudahan Senat bisa merespons dengan cepat,” katanya.
Terkait penurunan jumlah mahasiswa, Bayu Putra menekankan pendekatan konsolidasi internal dengan mengoptimalkan mahasiswa yang sudah ada.
“Kami akan memupuk mahasiswa yang existing terlebih dahulu. Apa kegelisahan dan keinginan mereka akan kami dengarkan, sekaligus melibatkan mereka dalam sosialisasi kampus ke depan,” ujarnya.
Ia menilai strategi promosi dan sosialisasi harus menjadi aktivitas harian, bukan program musiman.
“Manajerial sosialisasi harus menjadi daily activity. Tidak bisa setahun kerja lalu berhenti. Kita harus adaptif terhadap perubahan cepat, termasuk memahami keinginan anak muda,” tambahnya.
Menanggapi isu relevansi pendidikan berbasis agama Hindu di era Artificial Intelligence (AI), Bayu Putra menegaskan pendidikan Hindu justru semakin relevan.
“Harus relevan. Agama dan kebudayaan adalah pilar utama kita. Dulu saat transformasi IHD menjadi UNHI, kita berhasil mencetak Sarjana Teknik dan Sarjana Ekonomi yang berwawasan keagamaan dan kebudayaan. Itulah makna Universitas Hindu Indonesia,” tegasnya.
Ke depan, UNHI akan kembali menata dan melahirkan program studi yang kuat secara keilmuan sekaligus kental dengan nilai-nilai agama dan budaya.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri antara lain, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen (Purn) TNI Wisnu Bawa Tenaya beserta Dharma Adhyaksa PHDI Pusat Ida Peranda Gede Bang Buruan Manuaba, Sabha Pandita, Dirjen Bimas Hindu Prof I Nengah Duija, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Bali Ir I Made Gunaja, MSi, mewakili Gubernur Bali, Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Kolonel Purn Dr Drs Dewa Ketut Budiana, MFil, mantan Rektor UNHI periode 2018 – 2022 dan 2022 – 2026 Prof Dr drh Made Damriyasa, MS, Tokoh Puri Ubud Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), mantan Staf Presiden Jokowi, AA Ari Dwipayana, Panglingsir Puri Kesiman AA Kusuma Wardana, serta undangan lainnya. (rah)










