Ket foto: Universitas Mahasaraswati (Unmas) melaksanakan kuliah umum dengan menghadirkan Gubernur Bali periode 2018-2023 I Wayan Koster selaku narasumber dengan materi bertajuk “Menjawab Tantangan Bali yang akan Datang” di ruangan auditorium Ganesha Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Selasa (30/4/2024) (Sumber: BB/Rian)
Denpasar | barometerbali – Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Dr Drs I Made Sukamerta, MPd mengatakan kehadiran Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster di dalam kuliah umum di kampus setempat, kapasitasnya sebagai akademisi dan mempunyai latar belakang dosen dengan pemikiran-pemikiran visioner dan revolusioner tentang pendidikan.
“Beliau punya pemikiran yang visioner dan revolusioner. Jadi beliau itu semenjak menjabat Gubernur Bali 5 tahun kemarin yang sudah bisa berjuang betul tentang UU No. 15 tentang Undang Undang Provinsi Bali, tentu beliau seperti yang tadi dibawakan itu perlu disosialisasikan kepada seluruh civitas akademika Universitas Mahasaraswati Denpasar”, terang Sukamerta.
Karena meliput juga pulau Bali yang kecil ini, ke depan memerlukan sekali pemahaman generasi muda mau dibawa ke mana Bali ini.
“Jadi kami di Unmas ini perlu sekali secara rutin mendatangkan narasumber-narasumber yang disampaikan kepada seluruh civitas Akademika untuk memenuhi akreditasi unggulan. Dan kehadiran Pak Koster sangatlah tepat karena beliau sekarang kan kapasitasnya tidak kampanye. Ini kan beliau sekarang demisioner. Terlepas beliau mencalonkan diri kembali sebagai gubernur itu urusan lain nanti. Yang jelas beliau dengan keberhasilan 5 (lima) tahunnya membawakan Bali dengan road map yang beliau sampaikan tadi pada saat pemaparan materi. Jadi untuk urusan ke depannya kita serahkan ke rakyat”, tandas Sukamerta.
Lebih lanjut pihaknya tetap mengharapkan pemimpin Bali ke depan itu adalah pemimpin yang revolusioner. Pemimpin yang tetap bisa mempertahankan adat budaya Bali yang merupakan rohnya yakni pariwisata budaya. Sementara Bali sendiri tidak memiliki tambang emas dan pabrik.
“Oleh karena itu beliau sebagai seorang pemimpin yang sangat visioner, mengerti bawa ke mana Bali ini, karena tanpa pariwisata budaya maka Bali akan kesulitan. Karena itu kita butuh pemimpin visioner, pemimpin yang menjaga mengajegkan adat budaya sehingga kita tetap menjadi pilihan wisatawan terutama pariwisata budaya itu intinya, makanya beliau narasumber yang sangat tepat sekali”, tambah Sukamerta sembari menegaskan kehadiran Wayan Koster sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa Unmas.
“Tadi bagus sekali beliau menyampaikan bagaimana beliau dari bawah, itu seharusnya mahasiswa menangkap bahwa seorang mahasiswa itu harus bekerja keras, disiplin, kemudian bagaimana untuk mendapatkan suatu ilmu pengetahuan seperti yang beliau sampaikan. Beliau dulu kan bukan orang kaya tetapi dengan pemikiran yang penuh dengan inovasi dan semangat tekad yang kuat akan pasti berhasil. Kan itu tujuannya tadi untuk mengatakan kepada mahasiswa dan supaya mahasiswa jangan manja”, tutur Sukamerta.
Intinya memberikan motivasi kepada generasi muda supaya penuh dengan inovasi-inovasi dengan perkembangan dunia yang digital. Sekarang internet ini begitu maju kalau kita tidak merespon kita ketinggalan karena kita tidak tahu perkembangan. Jadi kehadiran Wayan Koster tersebut menjadikan inspirasi kepada mahasiswa untuk bagaimana menyongsong hidup yang lebih baik harus bekerja keras.
“Ya semoga beliau terpilih lagi menjadi Gubernur Bali untuk lima tahun ke depan yang sudah punya konsep jelas untuk melanjutkan pembangunan dan juga membawah Bali ke arah yang lebih baik begitu”, tandasnya.
Sebagai informasi tambahan adapun peserta yang hadir mengikuti kuliah umun tersebut di antaranya mahasiswa, dosen, pejabat struktural, dan ada juga yang hadir secara daring, baik itu mahasiswa maupun para dosen.
Reporter: Rian Ngari
Editor: Ngurah Dibia











