Barometer Bali | Denpasar – Euforia kemenangan pasangan Prabowo–Gibran pada Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024 menyisakan polemik di internal relawan. Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) Provinsi Bali mengaku kecewa terhadap pengurus pusat yang dinilai mengabaikan kontribusi mereka.
Ketua GMPP Bali, Ristyarini Pujiastuti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja sejak jauh hari sebelum Pilpres 2024 dengan membentuk jaringan hingga tingkat kabupaten/kota se-Bali. Upaya tersebut berhasil menghimpun sekitar 200 ribu pemilih untuk memenangkan pasangan Prabowo–Gibran.
Seluruh kegiatan operasional, kata Ristyarini, dibiayai secara swadaya melalui patungan para pengurus dan relawan, dengan total mencapai sekitar Rp1 miliar. Namun, janji bantuan dari pusat tak kunjung terealisasi.
“Ketua Koordinator Nasional GMPP pernah menjanjikan dukungan dana operasional, tapi sampai Pilpres selesai bahkan hingga sekarang tidak ada realisasi,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Kekecewaan semakin memuncak karena komunikasi dengan Ketua Koordinator Nasional GMPP, Mantep Abdul Ghoni, disebut tidak pernah mendapat respons. Bahkan, saat perwakilan GMPP Bali mendatangi alamat kantor pusat di Jakarta, kantor tersebut tidak ditemukan dan yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.
Ristyarini menilai kondisi ini membuat para relawan merasa diperalat. Ia mengaku kini mendapat tekanan dari pengurus di daerah yang menuntut pengembalian dana operasional yang telah dikeluarkan.
“Sebagai ketua, saya mendapat tekanan karena anggota meminta pertanggungjawaban biaya yang sudah dikeluarkan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Dewan Penasehat Wilayah Bali, Ida Bagus Eka Darmika. Ia menilai kerja keras relawan di Bali tidak dihargai oleh pengurus pusat.
“Selama proses Pilpres, tidak pernah sekalipun pengurus pusat datang ke Bali. Padahal kami sudah menyiapkan semuanya,” ujarnya.
Menurutnya, desakan dari pengurus kabupaten/kota agar dana patungan dikembalikan kini semakin kuat. Ia juga mengungkap bahwa kondisi tersebut sempat memicu tekanan terhadap ketua GMPP Bali.
Meski demikian, GMPP Bali menegaskan tetap mendukung kepemimpinan Prabowo–Gibran. Mereka hanya meminta adanya perhatian dan solusi atas persoalan yang terjadi di internal relawan.
“Kami tidak kecewa dengan Pak Prabowo dan Mas Gibran, kami tetap mendukung. Tapi kami berharap beliau mengetahui kondisi relawan di daerah dan memberikan solusi,” kata Gus Eka.
GMPP Bali berharap pemerintah pusat maupun pihak terkait dapat membantu menjembatani persoalan tersebut, agar kontribusi relawan yang telah bekerja di akar rumput tetap mendapat apresiasi yang layak.
Ketua Koordinator Nasional GMPP, Mantep Abdul Ghoni, saat dihubungi barometerbali.com, Sabtu (28/2/2026) melalui pesan WhatsApp untuk dimintai tanggapannya menyatakan akan menjawab usai sholat tarawih.
“Siap. Nt hbs terawih sy jawab. Mohon maaf sy sdng persiapan sholat tarawih,” tulis Mantep singkat. (red)










