Barometer Bali | Badung – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap Made Cristian Jonathan (17), remaja asal Jalan Tibung Anyar, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung, yang dilaporkan terseret arus saat berenang di Pantai Pererenan, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 17.40 Wita.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Polair Polsek Kuta Utara pada Minggu (12/7/2026) pagi dan segera mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian.
“Kami menerima informasi pagi tadi dari Polair Polsek Kuta Utara dan langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi untuk melakukan pencarian,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu berenang bersama dua rekannya sekitar pukul 17.00 Wita. Namun, gelombang yang cukup besar tiba-tiba menyeret korban ke tengah laut. Satu rekannya berhasil menyelamatkan diri, sementara seorang lainnya berhasil dievakuasi oleh Tim Balawista Pantai Pererenan.
Dalam operasi pencarian, Tim SAR gabungan mengerahkan satu unit rubber boat untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian. Namun, tingginya gelombang menjadi kendala bagi tim saat melakukan pencarian di laut.
“Gelombang yang cukup tinggi membuat proses penyisiran di sekitar lokasi kejadian menjadi lebih sulit,” kata Sidakarya.
Untuk memperluas jangkauan pencarian, tim juga mengoperasikan satu unit jetski serta melakukan penyisiran udara menggunakan empat unit drone. Satu drone thermal milik Basarnas dikerahkan bersama tiga drone milik keluarga korban.
“Penggunaan drone bertujuan memantau area dari udara sehingga apabila korban terlihat, tim di laut dapat segera bergerak melakukan evakuasi,” jelasnya.
Hingga Minggu sore, korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Senin (13/7/2026) mulai pukul 06.00 Wita.
Pencarian melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, Polair Polres Badung, Balawista Pantai Munggu, Balawista Pantai Pererenan, Balawista Pantai Kuta, Babinsa Desa Munggu, Linmas Desa Munggu, serta keluarga korban. (red)










