Repost Berita Hoaks, AWK Minta Maaf ke Wartawan Kompas.com dan PENA NTT Bali

IMG-20260330-WA0115
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) saat menerima audiensi Perhimpunan Jurnalis (PENA NTT) Bali di Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Bali, Denpasar pada Senin (30/3/2026). (barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait unggahan di media sosialnya yang merepost informasi tidak benar dan dinilai merugikan wartawan Kompas.com berinisial VSG.

Permohonan maaf tersebut disampaikan AWK usai menerima audiensi Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT Bali di Kantor DPD RI Perwakilan Bali, Senin (30/3/2026).

AWK mengakui adanya kekeliruan dari admin media sosial dalam unggahan yang direpost dari akun KuatBaca.com. Meski demikian, ia menegaskan tidak ada niat buruk dalam unggahan tersebut.

“Untuk itu saya atas nama tim admin DPD mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang-kurang yang membuat situasi tidak nyaman,” ungkap AWK di hadapan perwakilan PENA NTT Bali dan keluarga korban.

Ia menjelaskan, unggahan tersebut merupakan repost dari media luar Bali terkait pemberitaan dugaan pemerkosaan terhadap WNA asal Australia.

Menurut AWK, postingan tersebut telah diturunkan sejak Sabtu (28/3/2026) setelah menerima komplain dari pihak terkait.

Berita Terkait:  Ditintelkam Polda Bali Perkuat Sinergi dengan Media, Jaga Ruang Informasi Tetap Kondusif

“Pada saat itu juga saya memanggil admin dan langsung memerintahkan untuk take down. Saya meminta maaf atas nama staf,” ujarnya.

AWK menambahkan, unggahan pada akun pribadinya semata-mata dimaksudkan sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja Polda Bali dalam mengungkap kasus kejahatan di wilayah Bali.

Selain itu, ia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah PENA NTT Bali yang berencana melaporkan media kuatbaca.com ke Dewan Pers atas dugaan pemberitaan manipulatif yang merugikan pihak tertentu.

“Pada prinsipnya ini menjadi pembelajaran, dan saya malah mendukung dari pihak PENA NTT untuk melaporkan kuatbaca.com itu ke Dewan Pers,” tutupnya.

 

Ketua Penasehat PENA NTT Bali, Emanuel Dewata Odja yang akrab disapa Edo, menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya merupakan respons atas unggahan akun Instagram @aryawedakarna yang merepost berita dari akun @kuatbacacom terkait dugaan kasus pemerkosaan WNA di Bali.

Dalam unggahan tersebut, kata Edo, turut ditampilkan foto seorang jurnalis Kompas.com berinisial YS alias VSG yang merupakan anggota PENA NTT Bali.

Berita Terkait:  Kukuhkan 4.592 Pengurus PDIP Buleleng, Koster: Kader Garda Terdepan Perjuangan Rakyat

 

“Sekuriti di Bali Perk40s WN Australia di Kamar Mandi Tempat Hiburan”
dan menampilkan foto jurnalis Kompas.com sebagai terduga pelaku.

Menurutnya, hal itu sangat merugikan dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap yang bersangkutan.

“Meskipun bapak Arya Wedakarna tadi mengatakan sudah men-take down berita tersebut, tetapi jejak digital masih melekat. Untuk itu kami hadir hari ini bersurat kepada bapak,” tegasnya.

Edo menambahkan, kedatangan PENA NTT Bali juga bertujuan memberikan edukasi agar akun media sosial pejabat publik melakukan verifikasi informasi sebelum melakukan repost.

Menurutnya, kekeliruan dalam menyampaikan informasi dapat memengaruhi opini publik secara luas.

“Karena bapak adalah pejabat publik, tentunya mempunyai akun medsos yang besar. Untuk itu kami ingin akun besar itu wajib menampilkan cara menyampaikan informasi sesuai dengan cara bermedia sosial yang benar,” tuturnya.

*PENA NTT Bali Bacakan Sikap Resmi*

Ketua PENA NTT Bali, Agustinus Aplonaris Klasa Daton, turut membacakan sikap resmi organisasi terhadap peristiwa tersebut.

Berita Terkait:  Empat Prajurit TNI Terjerat Kasus Air Keras Aktivis, Puspom Kejar Aktor Intelektual

Ia menjelaskan bahwa PENA NTT Bali merupakan wadah berhimpun sekitar 50 wartawan asal Nusa Tenggara Timur yang bekerja di berbagai platform media pers di Bali, baik media cetak, elektronik, maupun media siber.

Ia juga menegaskan bahwa wartawan Kompas.com berinisial VSG yang fotonya muncul dalam unggahan akun Instagram @aryawedakarna merupakan anggota PENA NTT Bali.

PENA NTT Bali menyatakan sikap:
Mengecam keras tindakan ceroboh anggota DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang tanpa hak dan tanpa verifikasi mentransmisikan informasi palsu yang merugikan wartawan Kompas.com berinisial VSG.

Selain itu, PENA NTT Bali juga menyampaikan dua tuntutan kepada pemilik akun Instagram @aryawedakarna, yakni:

Dalam waktu 1 x 24 jam segera melakukan klarifikasi kepada publik melalui akun Instagram bahwa repost berita dari kuatbaca.com merupakan tindakan ceroboh karena tidak melalui proses verifikasi.

Menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada wartawan Kompas.com berinisial VSG serta kepada seluruh anggota PENA NTT Bali atas kekeliruan yang terjadi.(Red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI