Ribuan Umat Hindu Lombok Tengah Hadiri Puncak Ngeroras Bersama Puskor Hindunesia

IMG-20251123-WA0155_4XGYr4AZ66_aQXkaTd36C
Foto: Ribuan umat Hindu Lombok Tengah hadiri puncak ngeroras bersama Puskor Hindunesia. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | NTB – Menjelang puncak upacara Ngeroras Massal (Bersama) yang dilakukan oleh Korda Lombok Tengah dan Korwil NTB di Dusun Jenggala, Desa Bilabante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, lokasi upacara yang berada di tengah persawahan, dijejali oleh kedatangan umat dari keluarga peserta Ngeroras Bersama Puskor Hindunesia. Mereka sangT antusias dalam menyukseskan pelaksanaan Pitra Yadnya ini.

Dari pantauan Suara Hindunesia hari ini (23/11), tampak tempat upacara sangat ramai oleh keluarga peserta. Apalagi Panitia Upacara mengundang Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah serta para tokoh umat dari berbagai organisasi kemasyarakatan Hindu yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat. Sampai-sampai banyak para hadirin tak kebagian tempat duduk di lokasi. Namun demikian acara tetap lancar dan sesuai dengan harapan Panitia.

Made Sudarma, selaku Ketua Dekorda Lombok Tengah, sekaligus sebagai Ketua Panitia Karya tampak sangat sibuk memastikan semua berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Dengan koordinasi yang baik antara Panitia dengan Ketua Dekorwil NTB dan Dekornas, beliau merasakan kepuasan batin bahwa gawe rintisan yang baru pertama kali diselenggarakan di desanya, sejauh ini sudah berjalan dengan sangat baik.

Begitupun tim panitia yang tampak secara fisik kelelahan dan kurang tidur, juga merasa puas dengan Pitra Yadnya pertama ini. Dengan didukung penuh oleh Ketua Dekorwil NTB, Ni Komang Puspita, mereka bekerja saling melengkapi dan kompak.

Berita Terkait:  Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Pemelaspas, Mendem Pedagingan dan Pecaruan Pura Tambang Badung

“Riak-riang kecil dan permasalahan lapangan tentu ada”, kata Puspita. “Tapi kami sadari bahwa tan hana wong swasti anulus, tak ada orang yang tak memiliki kesalahan. Sehingga setiap kekurangan akan kami jadikan sebagai catatan untuk bekal pengalaman untuk memperbaikinya kedepan. Beruntung kita di NTB selalu disupport oleh kehadiran Tuaji Ketum, yang memberikan kami semangat untuk melaksanakan tugas pelayanan dharma ini”, pungkas Ketua Dekorwil wanita satu-satunya di Puskor Hindunesia.

Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia dalam sambutannya mengharapkan agar pelaksanaan upacara seperti ini tetap dilaksanakan atas dasar “ning lan lascarya” atau tulus ikhlas, agar kualitas Yadnya-nya tetap Utamaning Utama, dengan memegang prinsip gotong royong dalam pendanaan agar umat kita bisa melaksanakan upacara seperti ini tanpa terbebani biaya besar.

“Inilah bentuk nyata dari slogan aksi Puskor Hindunesia, yakni peka, tanggap, solusi dalam memberikan solusi ketika umat kita merasa terbebani kalau melaksanakan upacara seperti ini sendiri atau perorangan. Lewat kegiatan massal ini kita kuatkan rasa persatuan dan kebersamaan, apalagi kita ingin tunjukkan konsep yang benar tentang Tri Sadhaka, agar tak bias dengan istilah Sarwa Sadhaka, yang bisa menjadi tumpangan bagi kepentingan kelompok organisasi transnasional asing (KOTA) memecah belah umat Hindu Nusantara kita”, tegas Gus Susena dengan penuh keyakinan.

Berita Terkait:  Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasum di Aceh

Ngeroras merupakan ritual yang dilakukan sebagian besar umat Hindu Bali lanjutan untuk mensucikan atau membersihkan Sang Atman (Roh) dari kekotoran yang masih melekat sehingga bisa menjadi Dewa Pitara atau Dewa Hyang. Merupakan rangkaian dari upacara ngaben, dimana ngaben sendiri lebih menekankan pada pengembalian unsur-unsur fisik (Panca Maha Butha) dari jasad manusia yang meninggal.

Rangkaian upacara ini dipersiapkan sedari lama oleh panitia dan memang menjadi program Dekorwil NTB Puskor Hindunesia untuk meringankan beban umat Hindu dalam melaksanakan “hutang” (Rna) kepada yang meninggal (Pitara). Upacara secara resmi dimulai tanggal 20 Nopember 2025, dengan Pecaruan dan Pembersihan tempat upacara.

Peserta yang mengikuti upacara ini ada 117 Sekah (Nama) dari berbagai kelompok keluarga yang ada di Lombok Tengah dan Lombok Barat. Menurut panitia sebenarnya ada banyak keluarga yang ingin ikut, namun sementara ini panitia membatasinya dengan alasan tempat dan juga sumber daya pengayah yang masih terbatas.

Berita Terkait:  Lepas Kontingen Jambore Daerah, Wabup Tjok Surya Minta Tanamkan Semangat Mahottama

Acara hari ini, diisi dengan sambutan dari Kabid Hindu Kemenag Provinsi NTB, I Gde Suberata, SE, M.Ag dan juga arahan khusus dari Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Dr(HC). Ida Bagus K. Susena, S.Kom. Hadir pula Ketua Dewan Pembina Dekorwil NTB, JM Gede Wenten, Sm.Hk serta perwakilan dermawan dharma, Bapak I Nengah Sudiartha, yang secara sukarela meminjamkan lahan sawahnya untuk dijadikan tempat upacara tanpa membebani panitia secara anggaran.

Yang teristimewa hari ini,. upacara dipuput oleh Tri Sadhaka dari berbagai soroh atau wangsa yang ada. Ada dua sulinggih Siwa, Ida Pedanda Istri Ketut Rai Manuaba dan Ida Pandita Mpu Jayendra Dhaksa Yoga Santi, satu sulinggih Sogata (Buda), Ida Pedanda Made Jelantik Dwija Putra dan satu sulinggih Bujangga Waisnawa, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Surya Adnyana. Ini pertama kali dalam sejarah yadnya di Lombok yang bisa menerapkan konsep Tri Sadhaka secara lengkap dan kebetulan dari Sulinggih Lintas Soroh atau Wangsa.

Menurut Panitia, upacara Ngeroras ini akan berakhir esok hari dengan jadwal khusus Nyegara Gunung ke Pura Batu Bolong, dilanjutkan dengan Nilapati dan Nyebit sebelum dibawa ke masing-masing pemerajan, sanggah atau pelinggih keluarga. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI