Ket foto: Bali Blood Donor Community (BBDC) melakukan aksi sosial kepada Nyoman Sudarma yang rumahnya mengalami kebakaran, di Seririt, Buleleng, Sabtu (3/8/2024). (Sumber: barometerbali/nam)
Buleleng | barometerbali – Sebagai wujud kepedulian kepada sesama aktivis kemanusiaan yang dirundung musibah, Bali Blood Donor Community (BBDC) melakukan aksi sosial kepada Nyoman Sudarma pada Sabtu (3/8/2024). Nyoman Sudarma adalah pendonor yang tempat tinggalnya mengalami kebakaran pada 25 Juli 2024 di Jl Sudirman, Gang Andika, tepatnya belakang Supermarket Clandys, Kelurahan Seririt Kabupaten Buleleng.
Pembina Bali Blood Donor Community dan Ketua Yayasan Anugrah Mulia Abadi, Ngurah Agung Mulyahartha menyatakan musibah menimpa Pahlawan Kemanusiaan Nyoman Sudarma. Ia mengunjungi korban bersama ketua, sekretaris dan anggota BBDC dan memberikan sekadar santunan.
“Kita ingin ada perhatian dari pemerintah daerah dan PMI untuk para pendonor kalau ada musibah. Utamanya para pendonor yang sudah 100 kali. Mereka berhak menyandang Pahlawan Kemanusiaan karena telah mendapatkan Satyalancana Sosial dari Presiden RI,” ungkap Ngurah Agung yang mengaku sudah donor 238 kali aktif hingga sekarang sebagai pendonor Apheresis yang bisa dilakukan 2 minggu sekali.
Untuk diketahui Nyoman Sudarma adalah penerima Satya Lancana Sosial dari Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2017 di Istana Bogor. Untuk mendapatkan Satyalancana paling tidak pendonor secara rutin donor selama 25 tahun ke atas.
“Saat kejadian Nyoman Sudarma sedang kontrol kesehatan ke Denpasar. Kita dari Bali Blood Donor Community dan Yayasan Anugrah Mulia Abadi menggalang dana dan diserahkan Nyoman Sudarma,” pungkasnya seraya menambahkan BBDC beranggotakan 150 pendonor aktif baik untuk Donor WB (Whole Blood) dan Donor Apheresis.

Untuk catatan, Whole Blood adalah donor umum di mana semua komponen darah diambil, sementara Donor Apheresis menggunakan mesin untuk mengambil komponen darah yg dibutuhkan misalnya, trombosit. (213)
Editor: Ngurah Dibia











