Rumah Tanjung Bungkak Resmi Hadir di Tengah Komunitas Kreatif Kota Denpasar

Foto: Soft opening Rumah Tanjung Bungkak (RTB) ditandai potong tumpeng oleh Direktur RTB Rudolf Dethu (kanan) di jalan Hayam Wuruk No. 171, Tanjung Bungkak, Denpasar, Minggu (15/10/2023). (BB/212)

Denpasar | barometerbali – Kota Denpasar menyambut dengan bangga Rumah Tanjung Bungkak (RTB), sebuah creative hub terbaru yang menandai kehadiran tempat berukuran hampir 60 are ini sebagai salah satu yang terbesar di Denpasar.

Direktur RTB Rudolf Dethu menjelaskan creative hub ini terletak di di tengah kota Denpasar, tepatnya di jalan Hayam Wuruk No. 171, Tanjung Bungkak, kini menjadi tuan rumah bagi beragam fasilitas dan kegiatan seni, dari konser hingga pertunjukan mural.

“RTB telah menjalani tahap soft launch, dimana komunitas berbasis kreatif di Bali  merayakan kehadiran ruang kreatif ini dengan segala dan pengharapan-pengharapan yang baik ke depannya,” terang Dethu saat jumpa pers di Social Butterfly Bar, RTB, Minggu (15/10/2023).

Berita Terkait:  Bentuk Kepedulian Wabup Tjok Surya Bersama BPBD Bantu Korban Kebakaran di Desa Gunaksa

Lebih lanjut ia memaparkan RTB hadir dengan fasilitas yang cukup mencengangkan, mencakup gedung pertunjukan yang dapat menampung hingga 400 orang (indoor) dan lebih dari 500 orang (outdoor), serta taman (amphitree) yang dapat menampung lebih dari 50 orang.

“Berbagai fasilitas yang telah beroperasi termasuk toko album (vinyl) rekaman (records store & merchandise), bar, dan restoran, studio tari, serta butik eksklusif rockabilly. Dan yang lebih menarik lagi, sejumlah restoran nasional dan kedai makan lokal dari umkm-umkm akan segera bergabung, disusul dengan toko buku, studio musik, showroom motor gede (moge), dan banyak lagi yang akan datang,” rinci Dethu.

Berita Terkait:  Gempa M5,7 Guncang Pacitan Dirasakan di Bali, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Rudolf Dethu, Direktur RTB, juga berbicara tentang awal mula perjalanan RTB. Ketika gedung pertama kali ditemukan, kondisinya agak terbengkalai dan butuh cukup banyak perbaikan. Mereka kemudian mengupayakan investasi dan menjalankannya sebagai creative hub yang mampu menjanjikan.

Dethu, yang selalu memelihara mimpi untuk masa depan yang lebih cerah, menghadapi tantangan untuk meyakinkan orang bahwa creative hub adalah konsep yang brilian. Meskipun masih mencari pola bisnis yang tepat, setiap langkah yang mereka ambil membuktikan bahwa socio-commercial enterprise adalah jalan yang tepat untuk hadir di era kini.

“Dengan dukungan teman-teman, RTB pun terwujud, dan keyakinan mereka semakin kuat,” tambahnya.

Berita Terkait:  Koster Serahkan Seragam Pecalang di Desa Adat Buleleng, Tegaskan Peran Strategis Desa Adat

Pada kesempatan yang sama, Dion Panlima Reza, salah satu shareholder RTB, membagikan ceritanya tentang bagaimana RTB berawal. Dion, seorang teman lama dari Rudolf Dethu dan rekan dalam skena musik, memiliki latar belakang sebagai pengusaha di bidang properti.

“Pertama kali berkunjung ke Rumah Sanur dan terpesona oleh semangat skena musik Bali. Dalam pengalaman itu, saya merasa bersyukur telah menemukan tempat seperti Rumah Tanjung Bungkak,” ungkapnya.

Dari tahun 2018, kepemilikan tanah telah berubah menjadi PT Utama Karya, setelah kantor tidak aktif sejak tahun 2015.

“Saya menggandeng Dethu yang mendukung penuh RTB sejak tahun 2018, dan bahkan selama masa ketidakaktifan Rumah Sanur yang membuatnya mendekati proyek RTB dengan semangat,” tandas Dion. (BB)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI