Saat Hari Raya Nyepi di Bali, Apa yang Sebaiknya Dilakukan di Rumah?

BB MARET F 47
Melakukan refleksi diri adalah hal yang dapat dilakukan di kala senggang, untuk lebih mengenal diri sendiri dan mengingat Tuhan.(barometerbali/dok.istock)

Denpasar | barometerbali – Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 akan jatuh pada pada Sabtu, 29 Maret 2025.

Umat Hindu di Bali merayakan Nyepi selama sehari penuh mulai Sabtu 29 Maret 2025 pukul 06.00 Wita hingga Minggu 30 Maret 2025 pukul 06.00 Wita.

Selama pelaksanaan Nyepi, Bali akan menjadi pulau yang sunyi dan senyap.

Sejumlah fasilitas dan layanan publik seperti bandara hingga jalanan akan berhenti beroperasi selama 24 jam.

Umat Hindu di Bali akan menjalankan empat pantangan saat Nyepi atau yang disebut sebagai Catur Brata Penyepian.

Empat larangan saat Hari Raya Nyepi itu terdiri dari Amati Geni (tidak boleh menyalakan api, lampu, atau menggunakan benda elektronik); Amati Karya (tidak boleh melakukan pekerjaan fisik dan diimbau fokus pada kegiatan spiritual seperti meditasi dan introspeksi).

Berita Terkait:  Kesepakatan Damai Pasca Pembakaran Kapal, Nelayan Ngemplakrejo Dilarang Gunakan Trawl dan Bondet

Kemudian, Amati Lelungan (tidak boleh bepergian, umat Hindu harus berdiam di rumah untuk melakukan refleksi diri); dan Amati Lelanguan (tidak boleh bersenang-senang atau mencari hiburan, termasuk tidak menonton televisi atau melakukan aktivitas yang menghibur).

Pelaksanaan Hari Raya Nyepi diharapkan menjadi momen untuk mengendalikan diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.

Namun bagi selain umat Hindu, berikut hal-hal yang dapat dilakukan saat Nyepi di Bali:

1. Persiapkan Diri Sebelum Nyepi

Sebelum Nyepi, pastikan Anda telah mempersiapkan diri dengan baik.

Siapkan makanan yang cukup untuk dikonsumsi saat Nyepi.

Berita Terkait:  Kedinginan di Ketinggian 1.700 Mdpl, Pelajar Asal Ubud Dievakuasi dari Gunung Abang

Sebab, seluruh tempat perbelanjaan akan ditutup selama 24 jam saat Nyepi.

2. Belajarlah Mengendalikan Diri

Salah satu pantangan saat Nyepi adalah Amati Geni atau tidak menyalakan api untuk memasak hingga merokok.

Bahkan, selama Nyepi juga tidak diperkenankan menggunakan peralatan elektronik.

Dengan demikian, momen Nyepi menjadi momen untuk belajar mengendalikan diri.

Selama sehari penuh, Anda dapat mencoba mengurangi ketergantungan pada teknologi dan fokus pada kehidupan spiritual.

3. Lakukan Refleksi Diri

Gunakan waktu ini untuk merenung atau melakukan refleksi diri.

Cobalah untuk memahami diri sendiri dan hubungan Anda dengan alam serta Tuhan.

Cobalah berhenti sejenak dan melupakan semua aktivitas fisik dan pekerjaan sehari-hari.

Berita Terkait:  Walikota Jaya Negara Dampingi Gubernur Koster Lepas Denpasar Run In Love

Dengan tidak berpergian selama 24 jam, Anda dapat mengurangi distraksi dan memperkuat koneksi dengan diri sendiri.

4. Berkumpul dengan Keluarga

Hari Nyepi memberikan waktu bukan hanya bagi alam semesta untuk pulih, melainkan kepada manusia untuk pulih juga.

Dalam artian, manusia terbebas dari rutinitas harian dan mendapatkan kesempatan untuk menjalin atau memperbaiki hubungan dengan orang terdekat.

Karena tidak bepergian saat hari Nyepi, Anda dapat berbincang-bincang dengan keluarga, teman, atau orang terdekat di kediaman masing-masing.

Hal ini akan berdampak baik untuk keharmonisan sebuah hubungan.

Nah, itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan saat Hari Raya Nyepi di Bali. (ari)



BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI