Barometer Bali | Jembrana – Kesalahpahaman antara sopir kendaraan travel dengan petugas darat kapal terjadi saat proses pemuatan kendaraan di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Insiden tersebut sempat memicu cekcok hingga terjadi perkelahian antara kedua pihak. Kejadian tersebut viral di media sosial
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, menjelaskan peristiwa itu bermula saat petugas darat tengah mengatur kendaraan yang akan masuk ke dalam kapal. Dalam proses pemuatan, kendaraan logistik atau truk diprioritaskan masuk terlebih dahulu untuk menjaga keseimbangan kapal serta memaksimalkan kapasitas muatan.
Saat itu, petugas darat juga telah mengambil tiket sejumlah kendaraan pribadi dan kendaraan travel. Kendaraan yang tiketnya sudah diambil dipastikan akan masuk ke kapal pada proses pemuatan tersebut.
Namun, terdapat tiga unit kendaraan yang memaksa untuk masuk lebih dahulu. Ketiga kendaraan tersebut diduga merupakan travel gelap.
“Petugas darat sebenarnya telah memberikan penjelasan kepada para sopir bahwa kendaraan mereka tetap akan masuk ke kapal sesuai antrean. Namun penjelasan tersebut tidak diterima oleh para sopir, sehingga terjadi adu mulut yang kemudian berujung pada gesekan hingga perkelahian,” jelasnya.
Lanjutnya, perkelahian tersebut tidak berlangsung lama, petugas yang berada dilokasi berhasil melerai sehingga situasi kembali normal.
“Situasi akhirnya dapat dikendalikan dan proses pemuatan kendaraan kembali berjalan normal, kedua belah pihak sudah melakukan perdamaian,”ujar Lettu Yuli Prasetyo.
Pihaknya mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk mengikuti aturan dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran serta keselamatan proses penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk. (rah)










