Foto: Peringati hari Kartini 21 April 2024 Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Bali selenggarakan diskusi publik bertajuk “Perjuangan Perempuan Dalam Dinamika Politik”, di Halo Cafe Jl. Badak Denpasar, Sabtu (20/4/2024). (Sumber: BB/216/Rian).
Denpasar | barometerbali – Peringatan hari Kartini 21 April selalu menjadi momentum bagi setiap individu ataupun kelompok masyarakat Indonesia untuk mengenang sosok Kartini, perempuan yang berani memperjuangkan hak kaumnya demi kesetaraan gender.
Diskusi publik yang dihadiri oleh tiga tokoh atau Politisi Perempuan Bali sebagai pembicara dalam diskusi tersebut di antaranya Grace Anastasia selaku Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sry Yogi Lestari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Bali Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gusti Ayu Ardaba Kory ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar Provinsi Bali.
Dalam acara diskusi publik tersebut Grace Anastasia berpesan dalam urusan politik ini perempuan Bali harus tetap membawa jati dirinya sebagai perempuan Bali dan jangan pernah merasa bahwa perempuan selalu ada di bawah kaum laki-laki.
“Yakinkan pada diri sendiri bahwa perempuan Bali bisa setara dengan kaum laki-laki untuk memperjuangkan kebijakan-kebijakan untuk kepentingan perempuan sendiri, disabilitas, dan terutama gender bahwa kita sama baik perempuan maupun laki-laki,” beber Grace.
Sementara itu Gusti Ayu Ardaba Kori mengatakan perempuan Indonesia harusnya belajar dari seorang sosok Kartini sebagai pelopor dalam menyuarakan keseteraan gender.
“Jadi perempuan Indonesia harus mengambil spirit dari sosok Kartini dalam perjuangan perempuan dalam dinamika politik dan kita harus menjadi Kartini masa kini yang mampu menaklukan semua tantangan di masa kini”, tandas Kori.
Hal senada juga disampaikan Sri Yogi Lestari bahwa Perempuan Bali bali harus berani bersuara di ruang publik. Jangan hanya mengeluh di wilayah domestik karena dirinya ada di part (bagian) itu maka ia akan membantu semua baik itu perempuan atau pun laki-laki yang tidak memiliki keberanian mengungkap permasalahan yang dihadapi dan itu bisa jadi memengaruhi kebijakan.
“Jadi selalu cepat tanggap dan support (mendukung) dengan siapapun hari ini baik itu perempuan maupun laki-laki karena kita secara gender setara”, ungkap Sri Yogi.
Sebagai informasi adapun yang yang hadir dalam diskusi publik tersebut sekitar 70 peserta dan hadir juga Mantan Ketua Komda Pemuda Katolik Bali Umbu Bili dan Penasihat Pemuda Katolik Bali Dr. Agus Dei Segu.
Reporter: Rian Ngari
Editor: Ngurah Dibia











