Sambut Nyepi Caka 1948, Pemkab Klungkung Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga di Catus Pata

InCollage_20260318_221123745_7VY7UlnH4C
Foto: Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar upacara Tawur Agung Kesanga yang dipusatkan di perempatan agung (Catus Pata) Klungkung pada Rabu (18/3). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Klungkung – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar upacara Tawur Agung Kesanga yang dipusatkan di perempatan agung (Catus Pata) Klungkung pada Rabu (18/3). Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian ritual penyucian alam semesta guna menjaga keseimbangan antara Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia).

Acara ritual yang berlangsung khidmat dihadiri langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Ketua TP-PKK Klungkung, Ny. Eva Satria. Turut hadir pula Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra bersama Ny. Kusuma Surya Putra, Sekretaris Daerah Anak Agung Gede Lesmana, serta Panglingsir Puri Agung Klungkung.

Berita Terkait:  Lepas Peserta Mudik, Bupati Satria Titip Pesan Keselamatan dan Jaga Kerukunan

Penyucian Alam Sebelum Kesunyian

Tawur Agung Kesanga yang jatuh pada hari Pengerupukan ini bertujuan untuk menyucikan unsur-unsur alam agar pelaksanaan Catur Brata Penyepian esok hari dapat berjalan dengan damai dan harmonis.

Bupati I Made Satria dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa momentum ini bukan sekadar ritual rutin, melainkan bentuk syukur dan permohonan keselamatan bagi seluruh masyarakat Klungkung.

Berita Terkait:  Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Bupati Satria Motivasi Kinerja Pegawai PDAM

“Melalui Tawur Agung ini, kita berharap segala aura negatif dapat dinetralisir kembali menjadi positif, sehingga masyarakat dapat melaksanakan tapa brata penyepian dengan hati yang bersih dan penuh ketenangan,” ujar Bupati Satria.

Upacara di Catus Pata ini dipuput oleh sulinggih Ida Pedanda Putra Gelgel dan Ida Pedanda Wayan Dharma Bhuda Wanasari dan diikuti oleh krama pengemong yakni Desa Adat Tegak. Setelah prosesi di tingkat kabupaten selesai, diharapkan masyarakat melanjutkan ritual pengerupukan di tingkat desa adat hingga rumah tangga masing-masing. (rah)

Berita Terkait:  Bupati I Made Satria Buka Musrenbang Banjarangkan 2026, Fokus Ekonomi dan Pariwisata Desa

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI