Selamat Jalan Patih Agung, Prof Wayan Sugita Maestro Drama Gong Bali Berpulang

Screenshot_20260108_004406_InCollage - Collage Maker
Turut berdukacita atas meninggalnya pragina drama gong dan Guru Besar Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar: Prof Dr Drs Wayan Sugita, MSi. (bad)

Barometer Bali | Denpasar – Turut berdukacita atas meninggalnya pragina drama gong dan Guru Besar Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar: Prof Dr Drs Wayan Sugita, MSi. Semoga sang atman menyatu dengan sang paratman, dan keluarga yg ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Awignamastu.

I Wayan Sugita tentu tak asing lagi bagi para pencinta seni pertunjukan Bali, khususnya drama gong. Sosok pria kelahiran Banjar Bukit Batu, Samplangan, Gianyar  8 Mei 1965 yang dikenal luas lewat perannya sebagai Patih Agung, karakter antagonis yang ikonik, telah menapaki dunia seni selama puluhan tahun.

Sugita tidak mengenyam pendidikan seni secara formal, tetapi bakat dan kecintaannya pada seni mendorongnya untuk belajar secara otodidak. Dengan kerja keras dan dedikasi, ia berhasil menembus panggung drama gong profesional.

Berita Terkait:  Jembrana Kembali di Terjang Banjir, Rendam Rumah Warga dan Akses Jalan

Namanya mulai melambung pada 1984, saat ia meraih juara pemeran pria utama terbaik dalam festival drama gong remaja se-Bali. Tak puas hanya menjadi aktor, Sugita ingin membangun drama gong yang lebih profesional.

Sugita pertama kali mencicipi seni drama gong pada tahun 1984 dengan tampil bersama sekaa drama gong Saraswati mewakili Kabupaten Gianyar dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga meraih Juara 2. Momen inilah yang jadi pelecut semangat Sugita untuk terus mendalami drama gong dan terus menekuni perannya sebagai Patih Agung.

Berita Terkait:  Sidang Dugaan Tindak Pidana Penipuan Terdakwa Togar Situmorang, Kuasa Hukum Sebut Saksi Tidak Terbuka

Ia pun mengumpulkan para pemenang festival dan mendirikan grup “Panjamu Asrama” pada tahun yang sama. Dari sinilah, namanya semakin dikenal dan perannya sebagai Patih Agung makin melekat di hati para penggemar drama gong. Ia beberapa kali berganti sekaa mulai dari Sekaa Panjamu Asrama hingga Sekaa “Wira Bhuana”. Sugita pernah pula bergabung dalam “Kerthi Bhuana” dan “Bintang Remaja” Gianyar.

Bersama Bintang Remaja Gianyar, Sugita dipercaya mewakili Kabupaten Gianyar dalam Lomba Drama gong di PKB pada tahun 1993 dan berhasil meraih Juara 1.
Tak berhenti sampai disana, Sugita pernah mengantarkan sekaa drama gong “Bandana Budaya” sebagai juara 2 di tahun 1994. Ia juga yang membina sekaa drama duta Kota Denpasar dalam PKB tahun 1995 hingga peroleh juara 1.

Berita Terkait:  Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru Resmi Dimulai, Gubernur Koster: Ini Pondasi Masa Depan Bali hingga 2125

<span;>Selain seniman, khususnya pemain drama gong, Sugita adalah dosen Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Gelar Profesor disandangnya dengan menerima SK Kementerian Agama RI dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang diserahkan oleh Direktur Jenderal Bambina Masyarakat Hindu, Prof I Nengah Duija pada Rabu 11 Oktober 2023.

Selamat jalan “Patih Agung”  Prof Sugita. Dumogi Amor ing Acintya.

Sumber: FB Komang Suarsana

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI