Seleksi Calon Rektor UNHI Diakui masih Diwarnai Persepsi Subjektifitas

Screenshot_20251028_203200_InCollage - Collage Maker
Kandidat yang tidak lolos ke tahap tiga besar, dalam seleksi calon Rektor UNHI, Dr. Ir. I Wayan Jondra, M.Si. (barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Proses seleksi calon Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar yang kini memasuki tahap akhir menuai beragam tanggapan dari kalangan internal kampus. Salah satu kandidat yang tidak lolos ke tahap tiga besar, Dr. Ir. I Wayan Jondra, M.Si., menilai proses telah berjalan sesuai ketentuan statuta universitas, meski tetap membuka ruang perbaikan ke depan.

“Sudah berjalan sesuai statutanya, sudah begitu. Kalau memang ada pihak yang merasa dirugikan atau merasa tidak fair, ya harus diperbaiki dari statuta, bukan dari panitia,” ungkap Dr. Jondra, Senin (27/10/2025).

Ia menilai seluruh tahapan seleksi telah dijalankan sebagaimana mestinya, termasuk penetapan tiga besar calon sebelum debat terbuka. “Statutanya memang begitu, pansel tiga dulu baru debat. Jadi tahapan itu sudah benar panitianya,” jelasnya.

Namun anehnya, Jondra juga baru tahu beberapa kriteria yang diterapkan pansel melalui pemberitaan di media.

“Ini rupa-rupanya kriteria yang diterapkan pansel, saya baru tahu di berita ini,” kata Jondra yang sebelumnya mengaku tak diberitahu.

Meski mengakui adanya unsur subjektif dalam proses penilaian, Jondra menilai hal itu tidak bisa dihindari. “Yang namanya manusia menilai pasti ada unsur subjektifnya. Tapi mekanisme tes sudah dilaksanakan semua,” katanya.

Terkait isu adanya like and dislike, ia menilai hal itu sulit dibuktikan. “Kalau pun ada kondisi itu berarti Yayasan memilih Pansel kurang cermat. Tapi itu sulit dibuktikan,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan rektor tidak hanya diukur dari sisi akademis, melainkan juga dari kepemimpinan dan manajerial. “Mau profesor atau tidak, jadi rektor itu bukan hanya urusan akademis. Justru lebih banyak unsur manajemen dan kemampuan marketing,” tegasnya.

Sementara itu, dosen muda UNHI, Fery Karyada, menilai proses seleksi kali ini justru merupakan yang paling terbuka dibanding periode sebelumnya. “Sepengetahuan saya, mungkin proses yang sekarang ini yang paling terbuka dan paling panjang seleksinya,” sebutnya.

Berita Terkait:  Kasus Bonnie Blue, Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pornografi, Kakanim: Salah Gunakan Izin Tinggal

Menurut Fery, setiap tahapan seleksi memiliki jadwal dan informasi yang disampaikan secara jelas kepada peserta. “Penilaian akhir juga dilakukan secara demokratis oleh pansel sesuai indikator yang ditetapkan, dan sepertinya pansel juga sangat terbuka jika ada yang mempertanyakan hasil,” tambahnya.

Dari sisi regulasi, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., menegaskan bahwa pemilihan pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) sepenuhnya diatur oleh statuta masing-masing kampus.

“Pemilihan pimpinan PTS aturannya tergantung dokumen yang tertuang di statuta PTS masing-masing. Masalah LLDikti terlibat atau tidak, itu tergantung isi dokumen statuta,” jelasnya singkat.

Dengan demikian, baik dari pihak peserta, akademisi muda, maupun otoritas pendidikan tinggi, seleksi rektor UNHI dinilai telah berjalan sesuai mekanisme resmi. Namun, evaluasi terhadap substansi statuta dan tata kelola pansel dinilai tetap penting untuk mencegah munculnya persepsi subjektivitas di masa mendatang.

Diberitakan sebelumnya, proses pemilihan Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar memicu tanda tanya besar di kalangan akademisi dan alumni. Dari sepuluh calon yang mendaftar, tujuh orang tiba-tiba dieliminasi sebelum tahap debat publik tanpa penjelasan yang jelas dari panitia seleksi.

Salah satu Alumni UNHI, Dewa Putu Sudarsana mengungkapkan bahwa seluruh calon awalnya dinyatakan lolos seleksi administrasi. Namun, menjelang debat publik, tujuh kandidat mendadak dicoret tanpa alasan terbuka.

“Keputusan itu terkesan tergesa dan menimbulkan pertanyaan besar soal dasar penilaian. Seharusnya semua calon diberi kesempatan tampil agar publik dan sivitas akademika bisa menilai langsung,” tegasnya saat ditemui di Denpasar, Senin (27/10/2025) malam.

Menurutnya, proses pemilihan yang tidak terbuka berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap hasil seleksi.

Berita Terkait:  Pakar Lingkungan Kritik Aksi Truk Sampah ke Kantor Gubernur: Ganggu Ketertiban dan Cederai Citra Bali

“Transparansi penting agar hasilnya diterima semua pihak dan mencerminkan nilai moral serta integritas,” tambahnya.

Dewa Sudarsana menuturkan proses pemilihan Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar periode 2026-2030 dinilai janggal. Pasalnya, sejumlah kandidat dengan gelar profesor dieliminasi sebelum tahap debat publik.

Dewa Sudarsana pun mempertanyakan dasar keputusan Pansel meloloskan para doktor dan eliminasi para profesor.

“Apa parameter seorang ketua pansel memilih doktor dan apa ukurannya mereka menolak profesor?” tanya salah satu Pendiri Fakultas Teknik UNHI Denpasar ini.

Sementara kandidat dengan gelar doktor diloloskan oleh panitia seleksi (Pansel) ke tahap selanjutnya.

“Pertanyaannya itu, kenapa dari sekian profesor tidak ada yang lolos? sekarang pansel bilang tidak memilih rektor, tapi memilih calon, nah calon-calon itu yang harus memiliki kapabilitas untuk menjadi calon seorang rektor terpilih,” pungkas Dewa Sudarsana.

Hal senada disampaikan Prof. Dr. I Wayan Winaja, salah satu calon yang tersingkir. Ia menilai mekanisme seleksi UNHI kali ini janggal dan rawan subjektivitas.

“Semua ditentukan oleh panitia tanpa ukuran yang jelas, seolah-olah berdasarkan faktor suka dan tidak suka,” ungkapnya.

Prof. Winaja juga menyoroti struktur panitia seleksi yang dinilai kurang berpengalaman. Dari tujuh orang, hanya satu yang pernah menjabat rektor.

“Lucu saja, yang menilai calon rektor malah sebagian besar belum pernah jadi rektor,” sentilnya.

Meski menerima hasil seleksi, ia berharap ke depan ada perbaikan menyeluruh agar mekanisme lebih transparan dan objektif.

“Syarat dan mekanisme perlu ditinjau ulang agar rektor yang terpilih punya bekal kompetensi yang kuat,” harap Prof Winaja.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Rektor UNHI, Prof. dr. I Wayan Wita, menegaskan bahwa seluruh proses sudah sesuai dengan statuta universitas.

“Penilaian dilakukan melalui berbagai instrumen, termasuk tes psikometrik dan studi kasus oleh pihak independen,” beber Prof Wita.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Terima Pengaduan Krama Adat Soal Akses Pura di Kawasan PT Jimbaran Hijau

Namun, klarifikasi tersebut belum cukup menjawab kejanggalan yang disoroti publik dan para calon.

Nama-nama Calon Rektor UNHI

(1) Dr. I Komang Gede Santhyasa, ST., MT.

(2) Prof. Dr. Ir. I Wayan Muka, ST., MT., IPU, ASEAN, Eng.

(3) Prof. Dr. I Gede Putu Kawiana, SE., MM.

(4) Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, SE., M.Si.

(5) Prof. Dr. Ir. Euis Dewi Yuliana, M.Si.

(6) Dr. Dewa Nyoman Benni Kusyana, SE., MM.

(7) Dr. Drs. I Putu Sarjana, M.Si.

(8) Dr. Ir. I Wayan Jondra, M.Si.

(9) Dr. Ida I Dewa Ayu Yayati Wilyadewi, SE., MM

(10) Prof. Dr. Drs. I Wayan Winaja, M.Si.

Hasil Seleksi Calon Rektor UNHI

Berdasarkan hasil seleksi dari Panitia Seleksi yang diketuai Prof Wayan Wita, terhadap 10 Calon Rektor dengan menggunakan multi metode yang terdiri dari test Psychometry Emotional Intelligence (EI) yang dilaksanakan pada Jumat 10 (sepuluh) Oktober 2025, Self-Description Assessment (Penilaian Deskripsi Diri), Case Study (Studi Kasus), Leaderless Group Discussion (LGD) yang dilaksanakan pada Senin 20 Oktober 2025, Presentasi Visi Misi, Strategi Pengembangan, Program Kerja dan Komitmen Memajukan UNHI yang dilaksanakan dua hari yakni Selasa 21 Oktober 2025 dan Rabu 22 Oktober 2025, Panitia Seleksi Calon Rektor UNHI memutuskan 3 (tiga) nama Calon Rektor yang berhak mengikuti Debat Terbuka di hadapan Senat dan unsur Civitas Akademika.

Tiga nama Calon Rektor terpilih adalah:

(1) Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, SE., M.Si.

(2) Dr. I Komang Gede Santhyasa, ST., MT.

(3) Dr. Drs. I Putu Sarjana, M.Si.

Jadwal Debat Terbuka

Kamis, 30 Oktober 2025, Pukul 09.00 – 12.00 Wita di Aula Taman Asoka UNHI. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI