Semangat Kebangsaan, Dasar Kuat Maestro Pematung Nyoman Nuarta Lahirkan Mahakarya GWK

Screenshot_20251014_100232_InCollage - Collage Maker
Di balik megahnya mahakarya patung raksasa GWK, ikon pariwisata dunia, tersimpan kisah panjang perjuangan dan mimpi besar seorang maestro seni rupa, I Nyoman Nuarta. (barometerbali/istimewa/red)

GWK akan menjadi bukti bahwa kita berdaulat di bidang kebudayaan.”
“Melihat tim kami yang kompak … mereka itu pahlawan budaya yang bekerja tanpa pamrih …”

Barometer Bali | Denpasar – Di balik megahnya Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang kini menjadi ikon pariwisata dunia, tersimpan kisah panjang perjuangan dan mimpi besar seorang maestro seni rupa Indonesia, I Nyoman Nuarta.

Patung GWK yang berdiri megah di Bukit Ungasan, Jimbaran, Badung, rampung pada tahun 2018 setelah melalui proses panjang lebih dari dua dekade. Dengan tinggi 121 meter dan bobot mencapai 4.000 ton, GWK menjadi simbol kejayaan budaya Indonesia, sekaligus salah satu patung tertinggi di dunia. Karya ini memadukan sosok Dewa Wisnu yang menaiki Garuda, melambangkan kesetiaan dan pengabdian terhadap kemanusiaan serta alam semesta.

Ide pembangunan GWK muncul pertama kali pada tahun 1989, saat Nuarta, seniman asal Tegallinggah, Kecamatan Penebel, Tabanan ini bertemu dengan Menteri Pariwisata Joop Ave dan Gubernur Bali IB Oka. Saat itu, muncul rencana membuat patung Garuda kecil di Bandara Ngurah Rai, namun Nuarta berpikir jauh lebih besar:

“Mengapa tidak membangun patung Garuda raksasa yang menjadi pusat seni, budaya, dan pariwisata Indonesia?”

Gagasan itu disampaikan kepada Presiden Soeharto dan disetujui pada tahun 1990. Soeharto bahkan memberikan pinjaman lunak 25 tahun dengan bunga 1% melalui BTDC, sebagai bentuk dukungan terhadap proyek yang dianggap sebagai simbol kebangkitan seni modern Indonesia.

Berita Terkait:  Kritik Media dari Banjir Sumatera hingga Cerpen Konoha

Pembangunan fisik GWK dimulai pada 1997, namun terhenti akibat krisis moneter 1998. Selama bertahun-tahun proyek ini mangkrak, hingga akhirnya tahun 2013 PT Alam Sutera Realty Tbk mengambil alih dan melanjutkan pembangunan.

Lima tahun kemudian, pada 2018, patung GWK akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, menandai babak baru dalam sejarah karya seni Indonesia.

Kini, patung setinggi 121 meter ini berdiri megah di Jimbaran, Bali — lebih tinggi dari Patung Liberty di Amerika Serikat — dan menjadi simbol kejayaan seni, budaya, dan kebanggaan nasional.

Perjuangan Panjang Melahirkan GWK

I Nyoman Nuarta memulai gagasan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sejak 1989, dengan tekad kuat untuk menciptakan ikon budaya yang bukan hanya megah secara fisik, tapi juga bermakna bagi bangsa. Setelah persetujuan dari Presiden Soeharto, proyek ini dihadapkan pada berbagai tantangan besar: dari krisis moneter hingga kritik publik. Meski begitu, Nuarta tetap bertahan selama hampir 28 tahun untuk menyelesaikan GWK, melihatnya sebagai warisan budaya dan identitas nasional. Saat GWK akhirnya rampung dan diresmikan pada 2018, Nuarta merasakan campuran bangga, haru, dan lega — bukan karena popularitas, tapi karena gagasan dan janji bisa ditebus.

Statement Penting Nyoman Nuarta

1. Tentang janji dan utang moral:

“Saya sering disebut orang gila, tapi bagi saya janji itu utang yang harus saya tebus.”

Berita Terkait:  Belajar dari Singapura dan Australia dalam Pengelolaan Sampah

2. Seni + Identitas bangsa:

“Patung yang dibangun … adalah identitas bangsa ini.”
“Saya bukan sedang membuat patung ya, tapi membangun infrastruktur pariwisata di Bali.”

3. Tekanan dan kritik:

“Dulu yang di GWK itu, 28 tahun saya dikritik habis oleh orang Bali sendiri … dituduh macam-macam, dianggap saya perusak budaya Bali.”
“Mental harus tahan dengan segala macam kecaman, kritik, saran. Kami harus tahan.”

4. Suka duka teknis dan fisik:

“Pembangunannya dimulai pada 1990 dan sempat terhenti pada 1998 karena krisis moneter.”
“Patung GWK memiliki tinggi 121 meter … karena ukurannya yang raksasa, pembuatannya dilakukan dengan cara dibagi ke dalam 754 modul … modul-modul tersebut dibawa dari Bandung ke Bali menggunakan 500 truk tronton.”

5. Harapan dan makna terakhir:

“Patung GWK ini akan jadi hadiah bagi perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia.”
“Saya berharap World Culture Forum … bisa berkantor pusat di sini [GWK Cultural Park] … GWK akan menjadi bukti bahwa kita berdaulat di bidang kebudayaan.”
“Melihat tim kami yang kompak … mereka itu pahlawan budaya yang bekerja tanpa pamrih …”

9 Karya Besar I Nyoman Nuarta

Tak berhenti di situ, Nyoman Nuarta juga dikenal produktif menciptakan karya monumental lain yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:

Berita Terkait:  Menuju 2026: Alarm Zaman, Refleksi Media, dan Tanggung Jawab Wartawan bagi Bangsa

1. Patung Proklamator Soekarno–Hatta – 1987

Berada di Taman Proklamasi, Jakarta. Melambangkan semangat kemerdekaan dan perjuangan dua tokoh besar bangsa.

2. Monumen Arjuna Wijaya – 1987

Ikonik di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Menggambarkan Arjuna menaiki kereta kuda dikendalikan Kresna, simbol kemenangan dan kebijaksanaan.

3. Monumen Jalesveva Jayamahe – 1996

Berdiri di Surabaya. Sosok perwira TNI AL menatap laut lepas, menjadi simbol kejayaan maritim Indonesia.

4. Monumen Tiga Tokoh Pejuang (Sultan Hasanuddin, Andi Djemma, Arung Palakka) – 1996

Berada di Makassar, Sulawesi Selatan mewakili semangat persatuan dan perjuangan rakyat Sulawesi Selatan.

5. Patung Bung Karno di Bandung – 2008

Menggambarkan Soekarno sedang berpidato penuh semangat, simbol kepemimpinan dan nasionalisme.

6. Patung Soekarno di Tabanan, Bali – 2021

Sebuah penghormatan untuk Bapak Bangsa yang memiliki kedekatan dengan masyarakat Bali.

7. Patung Sagung Wah di Tabanan, Bali – 2021

Sebuah penghormatan untuk perempuan pejuang Bali dari Puri Dangin Tabanan melawan penjajahan Belanda.

8. Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali – 1989–2018

Mahakarya terbesar Nyoman Nuarta, berdiri setinggi 121 meter. Menjadi ikon pariwisata dunia dan simbol kebanggaan Indonesia.

9. Lambang Ibu Kota Nusantara (IKN) – “Burung Enggang dan Pohon Hayat” – 2022

Simbol resmi IKN yang merepresentasikan harmoni, keberagaman, dan keberlanjutan Nusantara. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI