Sengatan Listrik Water Heater Kembali Telan Korban, Ini Penyebab Teknis dan Cara Mencegahnya

Screenshot_20260124_121709_ChatGPT
Selain grounding, perangkat pengaman yang sangat penting adalah ELCB atau RCD (Earth Leakage Circuit Breaker). Alat ini akan memutus aliran listrik secara otomatis ketika mendeteksi kebocoran arus pada water heater. (barometerbali/ilustrasi/ai)

Barometer Bali | Denpasar – Kasus meninggal dunia akibat tersengat listrik saat menggunakan water heater (perangkat pemanas air, red) kembali menjadi perhatian serius. Sejumlah insiden serupa pernah terjadi di Bali maupun berbagai daerah di Indonesia. Terakhir dilaporkan warga Kuta, Komang Pasek (35) diduga meregang nyawa akibat tersengat listrik water heater saat pengantin baru ini mandi pagi pada Rabu (21/1/2026).

Dari beberapa artikel terkait teknik dan risiko pemasangan water heater yang salah menyatakan pola penyebabnya berulang dan seharusnya bisa dicegah: kebocoran arus listrik, pemasangan yang tidak sesuai standar, tidak adanya grounding, serta perangkat pengaman listrik yang tidak berfungsi.

Di Bali, publik masih mengingat kasus seorang perempuan yang meninggal dunia di kamar mandi di wilayah Denpasar beberapa tahun lalu. Penyelidikan kepolisian kala itu menyebutkan korban diduga kuat tersengat listrik dari perangkat pemanas air saat mandi. Media nasional juga mencatat kasus lain di luar Bali, termasuk satu keluarga yang meninggal dunia akibat sengatan listrik yang diduga berasal dari instalasi water heater di rumah mereka.

Meski terjadi di lokasi berbeda, benang merahnya sama: keselamatan instalasi listrik di area basah masih sering diabaikan.

Kombinasi Air dan Listrik Sangat Berbahaya

Ahli kelistrikan menegaskan bahwa water heater merupakan perangkat berdaya tinggi yang dipasang di lingkungan lembap, sehingga membutuhkan standar pengamanan ketat.

Berita Terkait:  Didi Sungkono: Wacana POLRI Dibawah Kementerian Adalah Kemunduran Negara Demokrasi

Menurut praktisi instalasi listrik rumah tangga Nyoman Wirata, sengatan listrik biasanya terjadi akibat arus bocor dari elemen pemanas atau kabel yang mengalami kerusakan isolasi. Arus tersebut kemudian mengalir ke air atau bagian logam yang disentuh pengguna.

“Dalam kondisi tubuh basah, hambatan listrik manusia sangat rendah. Arus kecil saja sudah cukup menyebabkan henti jantung,” jelas Nyoman Wirata di Denpasar, Sabtu (24/1/2026).

Risiko tersebut semakin besar jika sistem grounding tidak berfungsi atau bahkan tidak dipasang sama sekali.

Grounding dan ELCB Sering Diabaikan

Grounding atau pembumian berfungsi mengalirkan arus bocor ke tanah agar tidak melewati tubuh manusia. Sayangnya, banyak rumah dan bangunan lama di Indonesia belum memiliki grounding yang benar.

Selain grounding, perangkat pengaman yang sangat penting adalah ELCB atau RCD (Earth Leakage Circuit Breaker). Alat ini akan memutus aliran listrik secara otomatis ketika mendeteksi kebocoran arus.

“ELCB dengan sensitivitas 30 miliampere adalah standar pengaman untuk melindungi manusia. Tanpa alat ini, kebocoran arus bisa berlangsung beberapa detik—dan itu bisa berakibat fatal,” jelasnya.

Fakta di lapangan menunjukkan, tidak sedikit water heater yang dipasang tanpa ELCB, atau alatnya rusak namun tidak pernah diuji ulang.

Berita Terkait:  I Made Sukawijaya Buka Jalan Bali Miliki Jenderal Baru

Pemasangan Asal-asalan Jadi Faktor Utama

Masalah lain yang sering muncul adalah pemasangan water heater oleh tenaga non-profesional. Demi menghemat biaya, banyak pemilik rumah memilih memasang sendiri atau menggunakan jasa tukang tanpa kompetensi kelistrikan.
Padahal, menurut panduan resmi produsen, pemasangan water heater listrik tidak boleh dilakukan sembarangan.

Dalam artikel berjudul “7 Cara Pasang Water Heater Listrik yang Benar dan Aman” yang dipublikasikan oleh Rheem Indonesia, dijelaskan bahwa pemasangan yang tidak sesuai prosedur dapat memicu korsleting dan kebocoran arus listrik.

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:
Water heater harus dipasang di dinding yang kuat dan lokasi aman dari percikan air langsung.

Stop kontak dan sambungan listrik wajib ditempatkan jauh dari area basah.

Sistem grounding harus dipastikan terpasang dan berfungsi dengan baik.

Setelah pemasangan, unit wajib diuji untuk memastikan tidak ada kebocoran listrik.

Rheem juga menegaskan bahwa kesalahan umum yang sering terjadi adalah pemasangan tanpa memperhatikan kapasitas listrik rumah, penggunaan kabel tidak sesuai standar, serta tidak melakukan pengecekan ulang setelah pemasangan.

Tanggung Jawab Pemilik Bangunan dan Pengelola Akomodasi

Risiko sengatan listrik water heater tidak hanya mengancam pemilik rumah, tetapi juga penghuni kos, tamu hotel, vila, dan homestay. Dalam konteks Bali sebagai daerah pariwisata, persoalan ini menjadi sangat krusial.

Berita Terkait:  Obituari I Gusti Ngurah Arimbawa Jejak Kejujuran, Kerja Keras, dan Warisan Nilai Kehidupan

Pengelola akomodasi diwajibkan memastikan setiap unit water heater dalam kondisi aman sebelum digunakan tamu. Pemeriksaan berkala dan pencatatan servis menjadi langkah minimal yang harus dilakukan.

Kelalaian dalam aspek keselamatan dapat berujung pada konsekuensi hukum jika terbukti mengabaikan standar keamanan instalasi listrik.

Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan

Para ahli menyarankan langkah-langkah berikut untuk mencegah kejadian tragis serupa:

Gunakan teknisi listrik profesional dan bersertifikat.

Pastikan sistem grounding benar-benar aktif dan terhubung ke tanah.

Pasang ELCB/RCD khusus untuk water heater.

Gunakan kabel, stop kontak, dan komponen sesuai standar dan rekomendasi pabrikan.

Lakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali.

Hentikan penggunaan jika muncul gejala seperti setrum ringan, MCB sering turun, atau bau hangus.

Alarm Keselamatan Rumah Tangga

Tragedi sengatan listrik akibat water heater bukanlah takdir, melainkan akibat kelalaian teknis yang sebenarnya bisa dicegah. Kamar mandi seharusnya menjadi ruang aman, bukan tempat yang mematikan.
Kesadaran masyarakat, kepatuhan terhadap standar instalasi, serta peran aktif pemilik bangunan dan pengelola akomodasi menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak terus berulang. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI