Barometerbali.com | Badung – Bali makin melaju jadi pelopor energi hijau di Indonesia. Kali ini, giliran Anvaya Hotel and Resort Kuta yang unjuk gigi dalam mendukung gerakan Bali Green Energy dengan meresmikan penggunaan panel surya di atap hotelnya.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang sejak 2019 telah mendorong pemanfaatan energi bersih melalui Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2019 dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 22 Tahun 2022. Semakin banyak pelaku industri pariwisata mulai mengadopsi teknologi ramah lingkungan, dan Anvaya menjadi salah satu pionirnya.
Gubernur Bali, Wayan Koster, yang hadir langsung dalam peresmian tersebut, menyebutkan bahwa langkah Anvaya sangat strategis dan wajib ditiru pelaku usaha lainnya.
“Energi matahari ini murah, tidak merusak alam, dan citra Bali sebagai destinasi hijau dunia makin kuat. Ini keren banget,” tandas Koster dengan antusias.
Ia menambahkan bahwa letak geografis Bali yang berada di garis khatulistiwa menjadikannya sangat ideal untuk penggunaan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Menurutnya, ini bukan hanya soal listrik, tapi tentang masa depan pariwisata yang berkelanjutan.
L. Sudarsana, GM Corporate Sales and Marketing Santika Indonesia, menyatakan bahwa pemasangan solar panel ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Spirit of Sustainability. “Kami sudah terapkan ini di tujuh hotel kami. Ini adalah wujud nyata tanggung jawab kami terhadap lingkungan,” tegasnya.
Tak hanya itu, apresiasi juga datang dari Komisaris Independen PT Agra Surya Energi, Liana Setiawan. Ia menilai Bali lebih progresif dibandingkan daerah lain dalam mendorong penggunaan energi terbarukan.
“Bali sudah punya regulasi jelas sejak 2022, ini patut diacungi jempol,” katanya.
Dengan langkah konkret ini, Anvaya Hotel tak hanya hemat biaya listrik, tetapi juga ikut menciptakan citra pariwisata Bali yang bersih, hijau, dan mendunia. (red)











