Setelah Bertahun-tahun Dikeluhkan Warga, Parkir Liar Truk di Mengwi Ditertibkan tanpa Tilang

Screenshot_20260806_090932_InCollage - Collage Maker
Jalur di kawasan Terminal Mengwi yang selama ini seolah berubah fungsi menjadi "terminal dadakan" kini kembali steril setelah tim gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung menggelar operasi penertiban, Rabu (5/8/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Mangupura – Setelah lama dikeluhkan pengguna jalan, pemandangan semrawut akibat puluhan truk yang menjadikan bahu Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk sebagai lokasi parkir akhirnya ditertibkan. Jalur di kawasan Terminal Mengwi yang selama ini seolah berubah fungsi menjadi “terminal dadakan” kini kembali steril setelah tim gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung menggelar operasi penertiban, Rabu (5/8/2026).

Lebih dari 30 truk yang terparkir di bahu Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto diminta meninggalkan lokasi. Penertiban tersebut langsung berdampak pada kelancaran arus lalu lintas yang sebelumnya kerap tersendat akibat badan jalan menyempit karena dipenuhi kendaraan angkutan barang.

Kepala Dishub Kabupaten Badung, Anak Agung Gde Rahmadi, mengatakan kebiasaan parkir liar di kawasan tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, banyak sopir memilih berhenti karena melihat kendaraan lain lebih dulu parkir di lokasi yang sama.

Berita Terkait:  Koster: Bali Bersih Sampah Dimulai dari Sumber, Bukan TPA

“Kurang lebih ada 30 lebih truk yang kami tertibkan. Jumlah sebanyak itu sudah sangat mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Fenomena tersebut dinilai menjadi gambaran lemahnya disiplin berlalu lintas. Bahu jalan yang semestinya menjadi ruang keselamatan pengguna jalan justru bertahun-tahun dimanfaatkan sebagai tempat menunggu, beristirahat, bahkan parkir berjam-jam tanpa penindakan yang konsisten.

Untuk mencegah pelanggaran berulang, Dishub Badung akan memperbanyak pemasangan rambu dan spanduk larangan parkir di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Kadang sopir yang melintas tidak mengetahui ada larangan, lalu ikut-ikutan parkir. Solusi tercepat saat ini adalah memasang spanduk dan rambu larangan parkir,” kata Agung Rahmadi.

Di lapangan, para sopir menyampaikan berbagai alasan. Sebagian mengaku berhenti untuk mendinginkan rem setelah perjalanan jauh, memeriksa kondisi ban, hingga beristirahat karena mengantuk demi menghindari risiko kecelakaan.

Berita Terkait:  Lanud I Gusti Ngurah Rai Luncurkan Gatra Akasa, E-Magazine Digital Interaktif Pertama dalam Sejarah Pangkalan

Kasatlantas Polres Badung, AKP Ni Luh Tiviasih, membenarkan alasan tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan otoritas Pelabuhan Gilimanuk guna mengetahui apakah antrean bongkar muat kapal menjadi salah satu penyebab penumpukan kendaraan di kawasan Mengwi.

“Beberapa sopir beralasan mendinginkan rem dan beristirahat karena mengantuk. Kami akan berkoordinasi dengan pihak Gilimanuk terkait jadwal bongkar muat kapal,” ujarnya.

Namun, meski pelanggaran sudah nyata terlihat, operasi kali ini baru sebatas teguran dan edukasi. Belum ada sanksi tilang yang diberikan kepada para pengemudi. Penindakan, menurut Tiviasih, masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan Korps Lalu Lintas maupun Ditlantas Polda Bali.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan publik. Jika pelanggaran parkir liar telah berlangsung bertahun-tahun dan terbukti menghambat arus lalu lintas di jalur nasional, mengapa penertiban baru dilakukan sekarang dan masih berhenti pada tahap imbauan?

Berita Terkait:  Sekretaris SMSI Tabanan Artha Wirawan Siap Maju Pimpin IMI Bali

Ke depan, pengawasan kawasan Terminal Mengwi akan melibatkan unsur masyarakat, termasuk pecalang dan Linmas, untuk membantu menjaga bahu jalan tetap bebas dari parkir liar.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Badung mengakui persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan penertiban semata.

Ketersediaan kantong parkir khusus bagi truk angkutan barang dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar sopir memiliki tempat beristirahat yang layak tanpa harus mengorbankan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Saat ini Dishub Badung masih berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Pemerintah Provinsi Bali guna merealisasikan pembangunan fasilitas parkir tersebut.

“Memang perlu ada solusi permanen. Saat ini masih dalam tahap perencanaan,” pungkas Agung Rahmadi. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI