Forkopimda Tabanan Sidak Pasar Jelang Hari Raya, Harga Stabil dan Ketersediaan Bahan Pokok Terkendali

IMG-20260311-WA0027
Foto: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan menggelar inspeksi mendadak (sidak) pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Kediri, Senin (10/3). (barometerbali/rah/tmc)

Barometer Bali | Tabanan – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan menggelar inspeksi mendadak (sidak) pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Kediri, Senin (10/3). Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok selama bulan Ramadan sekaligus menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas tercatat mengalami fluktuasi harga. Salah satunya cabai rawit merah yang saat ini mengalami penurunan harga menjadi sekitar Rp85.000 per kilogram. Harga tersebut turun dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat mencapai puncak hingga Rp110.000 per kilogram.

Berita Terkait:  Sekda Eddy Mulya Buka Musrenbang RKPD Kota Denpasar Tahun 2027

Sementara itu, harga daging ayam boiler masih terpantau stabil namun berada pada kisaran harga tinggi, yakni Rp44.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Selain komoditas cabai dan ayam, beberapa hasil pertanian juga tercatat mengalami kenaikan harga. Hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada produksi pertanian sehingga memengaruhi ketersediaan hasil panen di pasar.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tabanan memastikan ketersediaan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan, pasokan beras, daging ayam, minyak goreng, cabai, serta bawang merah dan bawang putih masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang dua hari besar keagamaan tersebut.

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Gelar Bimtek Pemenuhan Evidence Pelayanan Publik 2026, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila menjelaskan bahwa tingginya harga ayam dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat.

Selain karena momentum bulan suci Ramadan, permintaan juga terdorong oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut meningkatkan kebutuhan daging ayam di pasaran.

Menurutnya, kondisi ini menyebabkan permintaan ayam di tingkat pasar tetap tinggi sehingga harga relatif stabil di kisaran tersebut.

Berita Terkait:  Hadiri Festival Imlek dan Cap Go Meh, Bupati Sanjaya Tegaskan Harmoni Tabanan

“Permintaan daging ayam memang meningkat, selain karena Ramadan juga karena program MBG yang membutuhkan pasokan bahan pangan bergizi. Namun secara umum harga masih relatif stabil dan pasokan tetap tersedia,” ujarnya Selasa, (10/3).

Pemerintah daerah bersama Forkopimda akan terus melakukan pemantauan harga di pasar guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga bagi masyarakat. (tmc/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI