Simulasi Tanggap Darurat PLN UP2D Bali : Antisipasi Risiko, Jaga Keandalan Layanan

IMG-20251203-WA0003
Foto: Pegawai PLN melakukan simulasi penggunaan APAR pada saat terjadi kebakaran. (barometerbali/rah/pln)

Barometer Bali | Denpasar — PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali melaksanakan Simulasi Tanggap Darurat sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menjaga keandalan operasional kelistrikan, terutama di lingkungan kerja yang berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas). Kegiatan yang digelar ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa setiap potensi keadaan darurat, khususnya kebakaran, dapat direspons dengan cepat dan tepat demi menjamin pelayanan listrik yang stabil bagi pelanggan.

Simulasi dimulai dengan briefing untuk memberikan arahan teknis kepada seluruh peserta sebelum memasuki rangkaian latihan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik penggunaan APAR, pengoperasian hydrant, serta proses evakuasi sesuai standar keselamatan. Selain itu, regu P3K juga melaksanakan prosedur pertolongan pertama terhadap “korban” insiden kebakaran. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi oleh Team Leader K3L dan Keamanan, Ari Hidayanto, guna memastikan setiap tahap pelaksanaan berjalan efektif dan sesuai standar kedaruratan.

Berita Terkait:  PLN dan Majelis Desa Adat Bali Perkuat Sinergi, Pastikan Nyepi Khusyuk dengan Listrik Andal bagi Masyarakat

Manajer PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan bahwa simulasi tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis petugas dalam menghadapi situasi berisiko, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memenuhi ekspektasi pelanggan akan layanan listrik yang andal.

“Pelaksanaan simulasi tanggap darurat merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi berbagai kemungkinan. Kesiapsiagaan ini berdampak langsung pada keandalan sistem kelistrikan, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan yang lebih stabil dan terjamin keamanannya,” ujar Petrus.

Berita Terkait:  PLN Perkuat Kesiapsiagaan Sistem Kelistrikan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Sebagai pengelola infrastruktur kritis dalam kategori Obvitnas, UP2D Bali memandang kegiatan simulasi ini sebagai upaya strategis untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus meminimalkan risiko gangguan listrik akibat keadaan darurat. Dengan personel yang terlatih dan peralatan yang dipastikan berfungsi optimal, risiko kerusakan maupun downtime dapat ditekan, sehingga proses pengaturan distribusi listrik tetap berjalan tanpa hambatan. Kesiapsiagaan ini juga memperkuat keamanan instalasi kelistrikan, yang pada akhirnya memastikan layanan kepada pelanggan tetap optimal, aman, dan stabil. Selain melindungi aset vital, simulasi ini menumbuhkan budaya tanggap darurat di lingkungan kerja, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kelistrikan.

Berita Terkait:  Wayan Koster Pastikan Bali Siap Jadi Provinsi Percontohan Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui kegiatan ini, PLN UP2D Bali kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat aspek keselamatan dan keandalan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan di seluruh Bali. (pln/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI