Barometer Bali | Jembrana – Menghadapi momentum langka berdekatan selisih waktu antara Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama Polres Jembrana menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral pada Sabtu (07/03/2026). Bertempat di Aula Polres Jembrana, pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam memetakan strategi keamanan dan pelayanan publik terpadu.
Rakor ini secara spesifik membahas langkah preventif terhadap berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul akibat tingginya mobilitas masyarakat. Beberapa poin strategis yang dihasilkan meliputi:
Manajemen Arus Mudik: Antisipasi kemacetan di akses menuju Pelabuhan Gilimanuk dengan rekayasa lalu lintas dan himbauan mudik lebih awal.
Stabilitas Ekonomi: Pengawasan ketat terhadap pasokan BBM, LPG, serta pemantauan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) untuk mencegah lonjakan harga.
Keamanan Lingkungan: Peningkatan patroli di pemukiman yang ditinggal pemudik guna mencegah aksi pencurian dan kebakaran.
Mitigasi Bencana: Kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi dan gangguan pasokan listrik selama rangkaian ibadah berlangsung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, yang mewakili Bupati Jembrana, menegaskan bahwa kerukunan di Jembrana bukan sekadar slogan, melainkan modal sosial yang sudah mendarah daging.
“Momen beriringannya dua hari besar ini adalah cerminan indah keberagaman kita. Jembrana adalah role model kerukunan di Bali. Ini bukan soal siapa yang merayakan lebih dulu, tapi bagaimana kita saling menjaga kenyamanan ibadah satu sama lain,” ujar Sekda Budiasa.
Dalam mendukung kelancaran agenda tersebut, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menyatakan kesiapan penuh dari sisi pengamanan. Polres Jembrana telah menyiagakan 245 personel gabungan ditambah 48 personel cadangan di luar operasi rutin.
Kapolres juga memberikan imbauan praktis bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar Bali diharapkan Mudik Lebih Awal, untuk menghindari puncak kepadatan di pelabuhan.
“Kami harapkan masyarakat untuk mengikuti arahan dan rekayasa dari petugas, seperti mudik lebih awal dan membeli tiket sebelum sampai pelabuhan untuk menghindari kemacetan di Pelabuhan,” pungkasnya. (hum/rah)










