Barometer Bali | Denpasar– Mendekati pertengahan tahun 2025, Ratusan siswa yang tergabung dalam Sispala Satu Atap Satu Tanah dari SMAN 1 Kuta dan SMAN 12 Denpasar mengadakan bakti sosial di Desa Sepang, Kecamatan Busung Biu, Buleleng.
Kegiatan bakti sosial yang digelar selama tiga hari, dari 30 Mei hingga 1 Juni 2025, Siswa yang tergabung dalam Sispala Satu Atap Satu Tanah ini tidak hanya memperbaiki fasilitas sekolah tetapi juga menanamkan harapan baru bagi puluhan siswa sekolah dasar setempat.
Kegiatan tersebut dengan mengusung tema “Satu Langkah, Satu Harapan,” aksi kemanusiaan ini berpusat di SD Negeri 3 Sepang. Sebanyak 149 orang terlibat, terdiri dari 37 panitia siswa, 99 siswa SD, serta 13 guru dan staf, berkolaborasi menciptakan perubahan nyata di salah satu desa di Buleleng.
Ketua Panitia, Deanne Vania Alamsyah, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari filosofi Tri Hita Karana, khususnya pada aspek Pawongan (hubungan manusia dengan manusia).
“Ini adalah program kerja utama kami. Kami ingin berbagi, belajar, dan tumbuh bersama adik-adik di Desa Sepang,” ujar Deanne dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (3/6/2025).
Aksi nyata para siswa ini dimulai pada Jumat (30/5) dengan membenahi lingkungan sekolah. Mereka membersihkan ruang kelas, toilet, hingga memperbaiki jendela-jendela yang rusak, mempersiapkan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan layak bagi para siswa SD Negeri 3 Sepang.
Puncak acara berlangsung pada Sabtu (31/5) yang diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif. Setelah dibuka secara resmi, suasana hangat langsung tercipta lewat sesi ramah tamah antara panitia dan para siswa.
Kegiatan utama adalah sosialisasi bertajuk “Aku Tumbuh dan Berkembang,” sebuah sesi edukasi yang berani dan penting mengenai kebersihan diri serta pengenalan masa pubertas.
“Materi ini kami sesuaikan. Untuk kelas 1 hingga 3, kami ajak praktik sikat gigi bersama. Sementara untuk kelas 4, 5, dan 6, kami adakan post-test berhadiah untuk menguji pemahaman mereka tentang fase remaja,” jelas Deanne.
Suasana kembali dicairkan dengan fungames di lapangan sekolah yang diikuti seluruh siswa dan panitia. Tak hanya itu, seluruh siswa juga mendapatkan makan siang gratis dan tumbler (botol minum) sebagai pesan untuk mengurangi sampah plastik.
Sebagai penutup, seluruh 99 siswa SD Negeri 3 Sepang menerima paket alat tulis, sebuah bekal sederhana namun penuh harapan untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu.
Pembina Organisasi Sispala Satu Atap Satu Tanah, Ida Bagus Narayana, menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini jauh melampaui bantuan fisik semata. Menurutnya, ini adalah pelajaran tentang rasa syukur dan arti berbagi yang sesungguhnya.
“Kami berharap momen ini menjadi pelajaran berharga, tidak hanya untuk siswa SD, tetapi juga bagi para panitia. Tawa dan haru yang tercipta semoga menjadi inspirasi untuk melanjutkan amal baik pada generasi mendatang. Ini dedikasi tulus kami untuk Ibu Pertiwi,” tegas Narayana.
Kegiatan ini sukses terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Satya Wibawa LawFirm, Aku For Bali, Kalih Garment, KMHDI Badung, serta dukungan penuh dari SMAN 1 Kuta dan SMAN 12 Denpasar. (rian)











