Siswa SMK TI Bali Global Badung Ciptakan Robot Pengibar Bendera Otomatis

IMG_20250817_161352
Upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke - 80 di SMK TI Global Badung, pada Minggu (17/8/2025) (barometerbali/rian)

Barometer Bali | Badung – Momen upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMK TI Bali Global Badung berlangsung berbeda, pada Minggu (17/8/2025). Saat lagu Indonesia Raya berkumandang, bendera Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang tanpa ada satu pun petugas yang menarik tali.

Inovasi tersebut hasil karya dari siswa SMK TI Bali Global Badung yang menciptakan sebuah robot pengibar bendera otomatis bernama Automatic Flag. Robot ini mampu mengibarkan dan menurunkan bendera secara otomatis, baik di dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor).

“ide ini muncul dari Ketua Yayasan kami, beliau ingin mencari solusi atas kendala yang kerap terjadi saat upacara, seperti tali putus atau bendera tidak naik tepat waktu,” ujar Kepala SMK TI Bali Global Badung, I Made Indra Aribawa, SH, saat diwawancarai usai upacara.

Berita Terkait:  Jalan Bypass Tanah Lot Rusak, Pemkab Tabanan Minta Atensi Pemprov Bali

Menurut Indra, tantangan tersebut kemudian dijadikan proyek nyata oleh siswa-siswa  untuk membuat robot pengibaran bendera otomatis.

Sebanyak 15 siswa tergabung dalam tim robotik, didampingi oleh dua guru pembimbing. Mereka menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk merancang dan menyempurnakan robot tersebut.

“Awalnya banyak error, terutama di prototipe indoor. Kadang bendera tersangkut, kadang mesin tidak sinkron dengan musik. Tapi itu jadi proses belajar yang luar biasa,” ungkap I Gede Bagus Ardiyana Irawan, Kepala Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi sekaligus pembimbing tim robotik.

Berita Terkait:  Rangkul Insan Pers, Koster Tegaskan Media Mitra Strategis Jalankan Haluan Bali 100 Tahun

Pembuatan robot tersebut untuk versi indoor menghabiskan biaya sekitar Rp8 juta, sedangkan versi outdoor yang tahan panas dan hujan menelan biaya hingga Rp20 juta. Meski demikian, semangat siswa untuk menyelesaikan proyek ini tidak surut.

“Rasanya bangga sekali bisa lihat karya kami dipakai di momen penting seperti upacara 17 Agustus. Semua kerja keras dua bulan benar-benar terbayar,” ujarnya.

Meski proses pengibaran dilakukan oleh mesin, pihak sekolah menegaskan bahwa robot ini tidak menggantikan peran Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Siswa paskibra tetap bertugas membawa dan menyerahkan bendera di tiang. Setelah itu, proses pengibaran dilakukan secara otomatis melalui remote wireless.

Saat ini, Automatic Flag baru disinkronkan dengan lagu Indonesia Raya, namun tim berencana mengembangkan fitur agar bisa digunakan pada berbagai lagu kebangsaan dan upacara khusus lainnya.

Berita Terkait:  Perbaikan Tower dan Jaringan Transmisi Rampung, Sistem Kelistrikan Aceh yang Tadinya Terisolasi Kini Kembali Terhubung, PLN Masuki Tahap Pengoperasian Pembangkit

“Kami juga sedang mengurus hak paten atas inovasi ini agar tercatat sebagai produk asli SMK TI Bali Global Badung. Ke depan, kami berharap robot ini bisa diproduksi massal dan digunakan di sekolah, instansi pemerintah, maupun lembaga lain di seluruh Indonesia,” tambah Indra.

Selain itu, pihaknya bangga bisa menjadi sekolah pertama yang menciptakan robot pengibar bendera otomatis.

“Harapannya, inovasi ini bisa memberi manfaat luas, sekaligus menunjukkan bahwa siswa SMK juga mampu melahirkan karya yang membanggakan bangsa,” tutup Indra. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI