Siwa Ratri di Pura Kehen, Bupati Bangli Ajak Masyarakat Perkuat Introspeksi Diri

Screenshot_20260118_160104_WhatsAppBusiness
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, bersama Ny. Sariasih Sedana Arta menghadiri persembahyangan rangkaian Hari Raya Siwa Ratri di Pura Kehen, Sabtu (17/1/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Bangli – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, bersama Ny. Sariasih Sedana Arta menghadiri persembahyangan rangkaian Hari Raya Siwa Ratri di Pura Kehen, Sabtu (17/1/2026).

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar bersama Ny. Suciati Diar, Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Sekda Bangli, unsur Forkopimda Kabupaten Bangli, serta pimpinan perangkat daerah. Kegiatan ini bertujuan memohon keselamatan dan kerahayuan bagi masyarakat Bangli.

Berita Terkait:  Tiga Dermawan Gelar Upacara Pamahayu Jagat Segara Kertih di Pura Beji Segara Rupek

Di sela prosesi persembahyangan, Ketua PHDI Kabupaten Bangli, I Nyoman Sukra, menyampaikan makna dan filosofi Siwa Ratri yang kerap disebut sebagai “Malam Penebusan Dosa”. Namun secara lebih mendalam, Siwa Ratri dimaknai sebagai momentum jagra atau kesadaran diri.
“Siwa Ratri bukan sekadar begadang semalam suntuk, melainkan upaya manusia melepaskan kegelapan pikiran (avidya) menuju terang pengetahuan. Ini adalah waktu untuk melakukan mulat sarira atau introspeksi total atas segala perbuatan,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Labyrinth Art Gallery Hadirkan Pemeran Bertajuk Semburat Bali untuk Membaca Bali dari Realitas Hari Ini

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta menyampaikan bahwa semangat Siwa Ratri dapat membawa kejernihan pikiran dalam membangun Bangli ke arah yang lebih baik. “Melalui Siwa Ratri, kita dapat meningkatkan kesadaran diri dan memperkuat hubungan dengan Tuhan. Mari jadikan momentum ini untuk memperbaiki diri dan membangun Bangli yang lebih baik,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya introspeksi dan pengendalian diri dari hawa nafsu keduniawian. “Mari kita jadikan Siwa Ratri sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup,” tambahnya.

Berita Terkait:  Wujudkan 'Langkah Kecil Dampak Besar' Bupati Bangli Resmikan Hutan Adat Giri Upawana di Banjar Linjong

Sebagai informasi, Tri Brata utama dalam Siwa Ratri—Upawasa (tidak makan dan minum), Monabrata (tidak berbicara), dan Jagra (tidak tidur)—dimaknai sebagai simbol pengendalian diri dari hawa nafsu keduniawian demi mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Siwa. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI