Barometer Bali | Denpasar – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung resmi membubarkan panitia kegiatan Diskusi Digital bertema “Tips Aman Bertransaksi Online” melalui rapat yang digelar pada Sabtu, 15 Mei 2026, di Sekretariat Bersama SMSI Bali, Gedung PWI Provinsi Bali.
Dalam rapat tersebut, panitia juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan yang dinyatakan telah rampung dan selesai.
Ketua SMSI Badung, I Nyoman Sarmawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Diskusi Digital yang sebelumnya digelar pada 21 April 2026.
“Kami dari SMSI Badung mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung, OJK Bali, Bank Indonesia Wilayah Bali, dan BPD Bali atas dukungan luar biasa sehingga kegiatan dapat berjalan sukses,” ujar Sarmawa di sela rapat.
Menurutnya, suksesnya kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara insan pers dan para pemangku kebijakan dalam mendorong peningkatan literasi digital di tengah masyarakat.
Sarmawa menegaskan, SMSI Badung tidak akan berhenti pada satu kegiatan saja. Ke depan, organisasi akan terus menghadirkan berbagai program edukatif dan sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“SMSI Badung masih memiliki banyak agenda ke depan. Saya berharap kekompakan seluruh anggota tetap terjaga agar program-program berikutnya dapat berjalan maksimal,” katanya.
Rapat pembubaran panitia itu turut dihadiri Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja, Sekretaris SMSI Provinsi Bali Ngurah Dibia, serta seluruh anggota SMSI Badung.
Pertemuan tersebut juga membahas evaluasi pelaksanaan kegiatan, laporan pertanggungjawaban, hingga pemberian apresiasi kepada panitia yang telah terlibat.
Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja, memberikan apresiasi terhadap kinerja SMSI Badung yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan yang berdampak positif.
“Saya bangga SMSI Badung mampu menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Ke depan teruslah menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat, namun jangan melupakan kesejahteraan anggota. Itu penting untuk menjaga soliditas organisasi,” ujarnya.
Sebagai informasi, Diskusi Digital bertajuk “Tips Aman Bertransaksi Online” digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keamanan transaksi digital di era ekonomi digital. Kegiatan tersebut diikuti pelaku UMKM, mahasiswa, hingga kalangan pelajar. (red)










