SMSI Bali Tanam 1000 Mangrove, Wagub Giri Prasta: Jaga Ekosistem Pesisir

IMG-20260309-WA0081(1)
Aksi penanaman pohon oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Bali bersama Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, pada Senin (9/3/2026) (Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali melakukan aksi penanaman 1000 mangrove di kawasan Mangrove Arboretum Park, Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional sekaligus memperingati HUT ke-9 SMSI. Selain menjadi aksi nyata pelestarian alam, kegiatan tersebut juga menegaskan peran wartawan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Ketua panitia kegiatan, Agustinus Apollonaris Klasa Daton, yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Jurnalis NTT (PENA-NTT), mengatakan bahwa aksi penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Berita Terkait:  KPU Bali Kebut Akurasi Data Pemilih 2026, Cek Data Ganda hingga Pemilih Meninggal

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian wartawan terhadap kelangsungan lingkungan di masa depan. Wartawan tidak hanya menyajikan berita, tetapi juga merupakan agen perubahan,” ujar Polo, sapaan akrabnya.

Menurutnya, keterlibatan jurnalis dalam kegiatan sosial dan lingkungan menjadi penting untuk memberikan contoh sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga alam.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali. Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang turut hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasinya atas apa yang dilakukan SMSI Bali bersama awak media.

“Pelestarian mangrove menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di Bali,” tegas Giri.

Berita Terkait:  Pangdam IX Udayana Resmikan Rusun di Badung, Dorong Moril dan Kesiapan Tugas Prajurit

Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.337 hektare kawasan mangrove yang tersebar di wilayah Denpasar dan Badung. Namun sebagian mangrove sempat mengalami kerusakan dan kematian akibat berbagai faktor, sehingga pemerintah terus melakukan upaya reboisasi.

“Ini sudah ada yang umur satu tahun, umur tiga tahun. Nanti ke depan ini akan dilaksanakan program lagi seluas 15 hektare,” kata Giri Prasta.

Selain berfungsi melindungi pantai dari abrasi dan menjadi habitat berbagai biota, mangrove juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat, termasuk melalui pengembangan produk UMKM.

Tidak hanya itu, pemerintah juga membuka peluang pengembangan kawasan mangrove sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan atau ekowisata yang sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pelajar.

Berita Terkait:  Gubernur Bali Wayan Koster Tegaskan Eratnya Hubungan Bali–Jepang pada Resepsi HUT ke-66 Kaisar Naruhito

“Pertalian yang satu adalah edukasi kepada siswa, yang kedua bisa dijadikan sebuah kawasan wisata mangrove yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.

Upaya pelestarian mangrove ini juga sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui program Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang diusung Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan lingkungan di Pulau Dewata.

Melalui kegiatan ini, SMSI Bali berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem mangrove semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI