Barometer Bali | Denpasar – Sejumlah spanduk bernada sindiran ditemukan terpasang di sekitar kawasan mangrove yang mati di wilayah pesisir Bali. Berdasarkan pantau reporter Barometerbali.com Spanduk yang tidak diketahui siapa pemasangnya itu menarik perhatian karena berisi kritik terkait kerusakan mangrove di lokasi tersebut.
Salah satu spanduk bertuliskan, “Mohon Maaf Perjalanan Terganggu, Ada Mangrove Mati.” Tulisan tersebut diduga sebagai bentuk protes atau sindiran terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas matinya mangrove di kawasan tersebut.
Selain itu, spanduk lain juga memuat tulisan “Ditunggu tanggung jawabnya. #SaveMangrove.” Kalimat tersebut mempertegas nada kritik yang ditujukan kepada pihak yang dinilai harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan tersebut.
Muncul dugaan bahwa sindiran dalam spanduk tersebut ditujukan kepada Pertamina Patra Niaga. Perusahaan tersebut sebelumnya dilaporkan ke Polda Bali terkait dugaan kebocoran pipa bahan bakar minyak (BBM) di wilayah KSOP Benoa yang diduga berdampak pada kerusakan ekosistem mangrove di sekitar lokasi.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan belum diketahui siapa pihak yang memasang spanduk bernada sindiran tersebut. Tidak ada keterangan resmi yang menjelaskan asal-usul maupun pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan spanduk tersebut.(Red)











